
SURABAYA (Lenteratoday)- Tahun depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya
akan mendapat tambahan pendapatan dari bagi hasil Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari opsen pajak ini, ditaksir bisa mencapai Rp 1 triliun lebih.
Menanggapi hal ini Anggota Komisi A DPRD Surabaya, M Machmud meminta pemkot agar lebih bijak menggunakan dana tersebut, ia menyarankan agar dana itu bisa digunakan untuk mengentas kemiskinan di Surabaya.
"Kalau misalnya bebas, kita sarankan Rp 1 triluin itu kan banyak, paling tidak digunakan untuk mengentas kemiskinan," kata Machmud ketika ditemui, Kamis(13/6/2024).
Selain itu, politisi dari Partai Demokrat ini juga meminta Pemkot agar menggunakan dananya untuk memperbaiki kualitas pendidikan, yakni dengan membangun sekolah SMP di Surabaya.
"Yang mana jumlah SMP negeri kan cuma 63 dari 153 keluruhan. Kalau bisa 1 kelurahan 1 SMP, sehingga banyak anak lulusan SD ke SMP bisa masuk negeri," tuturnya.
Tak hanya masalah kemiskinan dan kesehatan, Machmud juga menyarakan agar pendapatan yang didapat pemkot digunakan untuk masalah kesehatan.
"Sebisa mungkin orang yang datang ke rumah sakit cukup membawa KTP saja, tidak perlu lagi BPJS atau KIS karena sudah dijamin. Sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat yang Rp 1 triliun tadi," ungkapnya.
Dengan diperolehnya pendapatan tambahan tersebut, pihaknya berharap agar pemkot bisa mengoptimalkan penggunanya, sehingga tidak ada dana yang sia-sia.
"Yang paling penting, bagaimana penggunaan uang itu jangan sampai sia-sia atau tidak bermanfaat. Pengawasaannya BPR juga harus melihat penggunaan uang itu, jadi sebisa mungkin harus dioptimalkan dengan baik," tutupnya.
Reporter:Amanah/Editor:Ais