04 April 2025

Get In Touch

Wujudkan Kemandirian Pangan, DPRD Palangka Raya Minta Pemkot Bantu Dan Perhatikan Petani

Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K. Yunianto
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K. Yunianto

PALANGKA RAYA (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya diminta untuk lebih memperhatikan para petani, karena hal ini dinilai dapat mewujudkan kemandirian pangan di daerah setempat.

Jika sudah terjadi kemandirian pangan, sebagaimana disampaikan Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Karyawan Yunianto maka Kota Palangka Raya tidak akan bergantung lagi pada Provinsi lain dalam hal ketersediaan bahan kebutuhan pokok di masa depan.

"Kalau ini terwujud, maka harga bahan pokok akan menjadi lebih murah. Karena tidak perlu melalui pendistribusian yang memakan ongkos transportasi yang tinggi," papar Sigit, Sabtu(15/6/2024).

Untuk mewujudkannya Pemkot dapat melakukan beberapa hal, diantaranya dengan menyediakan dan memberikan bantuan pupuk kepada para petani yang ada di wilayah setempat.

Sigit menuturkan selama ini para petani di Kota Palangka Raya terkendala dengan harga pupuk yang mahal, hal ini mendorong para petani menggunakan pupuk dengan kualitas biasa. Namun hal ini berdampak pada hasil produksi petani yang tidak memiliki kualitas tinggi, yang pada akhirnya membuat para petani sulit untuk berkembang.

"Bantuan pupuk adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan Pemkot setempat, untuk mensejahterakan para petani," ungkapnya.

Selain itu, Legislator yang menjabat sebagai Sekretaris DPD PDIP Provinsi Kalteng ini melanjutkan Pemkot Palangka Raya juga bisa memberikan bantuan dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan modern kepada para petani, tentang teknik budi daya pertanian dengan cara yang modern dan efisien.

Sigit memberikan contoh pelatihan penggunaan teknologi pertanian terbaru, pengelolaan hama dan penyakit serta bagaimana cara meningkatkan kualitas hasil panen.

"Sebab jika hanya memberikan bantuan berupa alat atau mesin, belum tentu hasilnya akan maksimal. Karena itu harus disertai dengan ilmu dan cara, untuk menerapkan sistem pertanian modern tersebut," pungkasnya.

Reporter:Novita/Editor:Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.