
MALANG (Lenteratoday) - Tim kesehatan hewan kurban Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengusulkan penggunaan daun singkong, sebagai alternatif pengganti plastik untuk membungkus daging kurban.
Menurut Ir. Ali Mahmud, S.Pt., M.Pt, dari tim kesehatan hewan kurban UMM, daun singkong memiliki senyawa aktif seperti flavonoid dan fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan.
"Senyawa ini mampu mereduksi proses oksidasi daging, sehingga daging tetap segar selama proses distribusi," ujar Ali.
Ia menambahkan penggunaan daun singkong tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bermanfaat untuk menjaga kesegaran daging.
Menanggapi hal ini, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah menerima Surat Edaran (SE) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tentang imbauan mengurangi sampah plastik selama Idul Adha.
"Memang ini harus disosialisasikan secara bertahap, karena kita tidak bisa langsung melarang. Karena selama ini yang sering digunakan untuk wadah potongan-potongan daging kan plastik, dirasa lebih praktis," ungkap Wahyu, Senin(17/6/2024).
Wahyu menjelaskan Pemkot Malang juga akan mengeluarkan surat edaran, kepada seluruh masjid dan tempat penyembelihan untuk menindaklanjuti SE KLHK tersebut.
"Nanti kita bertahap untuk mengurangi, tidak bisa mengubah 100 persen. Alternatifnya ya bisa dengan daun, juga bisa dengan kertas minyak yang biasa dibuat bungkus makanan itu," tegasnya.
Sebagai informasi, Surat Edaran Menteri LHK Nomor SE.6/MENLHK/PSLB3/PLB.0/6/2024, yang diterbitkan pada 13 Juni 2024 lalu, mengarahkan Gubernur, Wali Kota, dan Bupati untuk mengimbau panitia pembagian daging kurban agar menghindari penggunaan plastik dan menggunakan wadah yang dapat dipakai ulang.
Dalam SE tersebut, Pemda juga diminta menyediakan sarana wadah dan pengumpulan sampah terpilah di lokasi pelaksanaan Shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban, serta pembagian daging kurban.
Reporter:Santi Wahyu/Editor:Ais