05 April 2025

Get In Touch

Rencana Transformasi Angkutan Massal Kota Malang Didukung Kemenhub, Pj Wahyu Sebut Gaji Sopir di Atas UMK

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat memaparkan penghargaan dan program BTS ke Kemenhub RI. (Dok. Prokopim Kota Malang)
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat memaparkan penghargaan dan program BTS ke Kemenhub RI. (Dok. Prokopim Kota Malang)

MALANG (Lenteratoday) - Rencana transformasi angkutan publik di Kota Malang melalui skema Buy The Service (BTS), mendapat dukungan dan apresiasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan dalam penerapan BTS nantinya, gaji para sopir akan di atas Upah Minimum Kota (UMK). Sebagai bagian dari komitmen Pemkot Malang, untuk meningkatkan kualitas transportasi publik dan kesejahteraan para sopir.

"Kami sudah bertemu dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenhub melalui Dirjen Angkutan Darat. Mereka mendukung sepenuhnya program transformasi transportasi massal ini," ujar Wahyu, saat dikonfirmasi awak media, Rabu(26/6/2024).

Wahyu menjelaskan pertemuannya dengan pemerintah pusat ini, membahas sejauh mana tingkat keseriusan Pemkot Malang terkait skema BTS. Menurutnya Dirjen Angkutan Darat dijadwalkan akan mengunjungi Kota Malang, untuk memeriksa langsung kesiapan di lapangan.

"Kita harus ada studi kelayakan. Nanti kalau memang sudah disetujui, maka akan turun bantuannya," jelas Wahyu.

Saat ini, Sekda definitif Kabupaten Malang tersebut mengungkapkan pihaknya tengah menyusun trayek mana saja yang paling diminati masyarakat. Mulai dari rute menuju pusat perbelanjaan, pasar, kantor, dan sekolah. Sehingga nantinya BTS dapat melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat dengan lebih efisien.

Angkutan Kota di Terminal Arjosari Kota Malang. (Santi/Lenteratoday)

Lebih lanjut, disinggung terkait gaji para sopir angkutan BTS nantinya. Wahyu menegaskan jika sopir akan digaji di atas UMK, sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka.

Selain itu, menurutnya sopir angkutan umum di Kota Malang saat ini juga menyambut baik rencana penerapan program tersebut. Wahyu mengaku, Pemkot akan mengutamakan para sopor yang memiliki angkot dalam program BTS ini.

Untuk tahap awal Wahyu menekankan layanan BTS akan diberikan gratis kepada penumpang, agar masyarakat dapat menikmati kenyamanan transportasi yang ber-AC, memiliki wifi, serta pelayanan sopir yang ramah. Selain itu, sopir diharuskan tetap berjalan meskipun angkot belum penuh untuk menghindari kemacetan.

"Halte-halte nanti juga akan dibangun, untuk memudahkan naik turunnya penumpang dan sopir tidak berhenti di sembarang tempat," pungkasnya. (ADV Prokompim Setda Pemerintah Kota Malang)

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.