07 April 2025

Get In Touch

Mbah Hardjo, Jemaah Haji Tertua dari Indonesia Tiba di Tanah Air 

Mbah Hardjo, jemaah tertua dari Indonesia yang berusia 109 tahun saat tiba di tanah air.
Mbah Hardjo, jemaah tertua dari Indonesia yang berusia 109 tahun saat tiba di tanah air.

SURABAYA (Lenteratoday)- Jemaah haji tertua dari Indonesia, Hardjo Mislan Alias Miskan (109 tahun) yang tergabung dalam kloter 19 asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, telah tiba kembali di tanah air pada, Kamis(27/6/2024). Saat tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Mbah Hardjo tampak sumringah meski duduk di kursi roda.

Alhamdulillah Mbah Hardjo tiba dalam kondisi sehat walafiat," kata Sirmad, putra yang mendampingi Mbah Hardjo selama menunaikan ibadah haji tahun 2024, Jumat(28/6/2024).

Menurut Sirmad, saat di Tanah Suci Mbah Hardjo dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji sendiri baik sunnah maupun wajib.

"Untuk melontar jumroh, saya yang membadalkan, lainnya Mbah Hardjo melakukan sendiri," ungkapnya.

Sedangkan untuk pergerakan dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina, Mbah Hardjo didampingi Sirmad juga mengikuti skema murur. Meski membawa kursi roda sendiri, selama di tanah suci, Mbah Hardjo tidak selalu memakai kursi roda.

"Waktu di Madinah, kebetulan kami memperoleh hotel yang dekat dengan Masjid Nabawi. Mbah Hardjo tiap berangkat shalat seringkali berjalan kaki menuju masjid," jelasnya.

Sirmad tampak begitu terharu dengan kedatangan Mbah Hardjo, mertua dan juga istrinya yang berangkat haji bersama sama.

"Alhamdulillah semua pulang dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun, mengingat saya harus mendampingi orang tua yang usianya sudah tidak muda lagi," ujarnya sambil terisak.

Tak hanya itu, ia juga membagikan pengalamannya ketika di Mina mengalami suhu udara mencapai 50 derajat Celsius.

"Panas sekali waktu itu, Alhamdulillah kondisi kesehatan kami tidak sampai drop. Menurut Mbah Hardjo, kuncinya adalah ikhlas selama menjalani rangkaian ibadah haji, jalani saja semuanya tanpa ada mengeluh," tambahnya. 

Ia mengungkapkan selama di tanah suci, Mbah Hardjo tidak rewel dalam hal makan. Selain itu, Mbah Hardjo juga rajin dan semangat mengikuti senam lansia sehingga menjadi inspirasi bagi jemaah lansia lainnya.

"Semua menu (khusus lansia) dimakan, Mbah Hardjo tidak minta aneh aneh," terangnya.

Pada tanggal 2 Juli mendatang, Mbah Hardjo akan genap berusia 110 tahun. Keluarga berharap semoga Mbah Hardjo diberikan usia yang berkah dan sehat selalu.

"Semoga bapak selalu diberi kesehatan dan keberkahan dalam hidupnya," tukasnya.

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.