
MALANG (Lenteratoday) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang menjadi tumpuan utama bagi 85 rumah sakit di Malang Raya, terkait pemenuhan kebutuhan darah bagi pasien. Ketua PMI Kota Malang, Imam Buchori mengatakan, setiap harinya, PMI Kota Malang harus menyiapkan hingga 200 kantong darah untuk memenuhi permintaan pasien.
"Kebutuhan darah setiap hari berkisar antara 150-200 kantong. Kami melayani 85 rumah sakit yang ada di Malang Raya," ujar Imam, Selasa (2/7/2024).
Imam menyampaikan, PMI Kota Malang terus memantau data stok darah setiap harinya. Menurutnya, saat ini Unit Distribusi Darah PMI Kota Malang masih memiliki stok sebanyak 2.173 kantong darah, yang mencakup beberapa golongan darah.
Dengan jumlah tersebut, Imam menyebut stok darah masih terbilang aman dan terkendali untuk mencukupi kebutuhan darah di seluruh 85 RS Malang Raya.
Di sisi lain, per tahunnya PMI Kota Malang menerima permintaan kebutuhan kantong darah sebanyak 70 ribu kantong dari seluruh RS tersebut. Namun, untuk kebutuhan pasokan darah dalam keadaan darurat, Imam mengakui dirinya tidak dapat mengklasifikasikan golongan darah apa yang banyak dibutuhkan.
"Supply yang paling banyak itu gak mesti. Kadang ya O, kadang A, AB. Untuk kebutuhannya juga tidak bisa terpetakan, karena kita tidak tahu," imbuhnya.
Namun dari data yang dimiliki, menurutnya permintaan stok darah sempat melonjak seiring dengan meningkatnya kasus demam berdarah yang sempat bergejolak di Malang Raya.
"Permintaan untuk itu sempat banyak. Tetapi hari ini sudah mulai normal dan cenderung menurun," jelasnya.
"Tapi kalau musim DB itu kami tidak melakukan stok terlalu banyak. Karena kan trombosit itu kadaluarsanya hanya 5 hari. Sehingga kalau ada yang minta baru kita proses. Kalau darah biasa, kan bisa 35 hari," pungkasnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi