04 April 2025

Get In Touch

Sikapi Pencopotan Prof Budi Santoso, Dekan FK se-Indonesia Desak Rektor Unair Tinjau Ulang

Prof. Dr.dr Budi Santoso, SpOG.FER, Dekan FK Unair sekaligus Ketua AIPKI. (Amanah/Lenteratoday)
Prof. Dr.dr Budi Santoso, SpOG.FER, Dekan FK Unair sekaligus Ketua AIPKI. (Amanah/Lenteratoday)

SURABAYA (Lenteratoday)- Para Dekan Fakultas Kedokteran se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) memberikan pernyataan sikap, terkait pemberhentian secara tiba-tiba Dekan FK Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sekaligus Ketua AIPKI, Prof. Dr.dr Budi Santoso, SpOG.FER dari jabatannya sebagai Dekan FK Unair.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Lenteratoday pada, Kamis(4/7/2024), dekan-dekan FK seluruh Indonesia, yang bernaung di bawah PP AIPKI menyesalkan keputusan pemberhentian Dekan FK Unair yang juga menjabat sebagai Ketua AIPKI secara tiba-tiba oleh Rektor. 

"Keputusan ini kami pandang sebagai bentuk tidak menghargai kebebasan akademik yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan pendidikan tinggi," bunyi pernyataan sikap tersebut yang mengatasnamakan Dekan Fakultas Kedokteran se-Indonesia.

Selanjutnya, dalam pernyataan sikap itu menyebut jika pemberhentian mendadak ini tidak hanya berdampak negatif terhadap individu yang bersangkutan, tetapi juga mengganggu kestabilan kelembagaan dan proses akademik di Fakultas Kedokteran Unair.

"Kami menyerukan agar setiap keputusan strategis yang menyangkut pemimpin akademik mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas dan melibatkan proses yang transparan dan partisipatif," sebutnya.

Pernyataan sikap ketiga yaitu terkait perlindungan terhadap integritas akademik. Dalam hal ini integritas akademik adalah salah satu pilar utama yang harus dijaga oleh setiap institusi pendidikan tinggi.

"Kami menegaskan bahwa pemberhentian yang tidak melalui proses yang jelas dan adil, berpotensi merusak kepercayaan komunitas akademik dan publik terhadap institusi pendidikan tersebut," ucap pernyataan sikap itu.

Keempat, para dekan FK se-Indonesia mengingatkan bahwa posisi pimpinan akademik seperti Dekan memerlukan penanganan yang profesional dan etis. Tindakan pemberhentian secara tiba-tiba mencerminkan kurangnya komitmen terhadap nilai-nilai profesionalisme dan etika dalam manajemen akademik.

"Kami mendesak agar keputusan ini ditinjau kembali, dengan mengedepankan dialog yang konstruktif dan berdasarkan prinsip keadilan," tambahnya.

Terakhir, sebagai Ketua AIPKI, Dekan FK Unair memiliki tanggung jawab besar dalam memajukan pendidikan kedokteran di Indonesia.

"Kami menyatakan dukungan kami kepada beliau dan berharap agar keputusan ini tidak menghalangi upaya bersama, dalam meningkatkan mutu pendidikan kedokteran di tanah air. Kami mendesak pihak rektorat UNAIR untuk mempertimbangkan ulang keputusan ini demi kepentingan bersama," desak pernyataan sikap dekan FK se-Indonesia.

Dengan adanya pernyataan sikap ini, para dekan FK se-Indonesia berharap dapat menjadi perhatian bagi semua pihak terkait dan mendorong terciptanya iklim akademik yang lebih baik dan berkeadilan.

Diketahui, Prof. Bus dicopot dari jabatannya, karena menolak program dokter asing masuk ke Indonesia, Rabu(3/7/2024).

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.