Pasca Terbongkar Pabrik Narkoba Terbesar di Kota Malang, Pemkot Perketat Pengawasan Pendatang Baru

MALANG (Lenteratoday) - Setelah terbongkarnya pabrik narkoba terbesar di Indonesia berada di Kota Malang, Pemkot setempat akan memperketat pengawasan pendatang baru.
Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengaku terkejut usai Bareskrim Polri mengungkap penemuan pabrik narkoba terbesar penghasil sinte di Indonesia, yang beroperasi di Kota Malang.
Temuan ini mengejutkan banyak pihak dan mendorong pemerintah kota (Pemkot) Malang, untuk mengambil langkah serius dalam memperketat pengawasan terhadap pendatang baru.
"Ini akan menjadi pelajaran kita semua bahwa dalam situasi tenang pun, ada hal-hal yang seharusnya tidak boleh kita abaikan. Akan ada kemungkinan apa saja yang terjadi. Saya harapkan ke depannya lebih peka," ujar Wahyu, saat dikonfirmasi awak media, Kamis(4/7/2024).
Wahyu menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan di tingkat kecamatan dan kelurahan. Usai kejadian menggegerkan ini, Wahyu mengaku telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk memberikan arahan kepada camat dan lurah, agar lebih peka terhadap pendatang baru, terutama yang hendak mengontrak rumah.
"Mau itu orang kos, kontrak, atau apa. Karena kejadian kemarin itu sudah ada curiga dari masyarakat sekitar karena memang ada bau yang mencurigakan," tambah Wahyu.
Wahyu berharap langkah ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
"Iya. Terutama pendatang baru yang mereka akan mengontrak rumah. Harapannya dari sini bisa menjadi pelajaran. Tapi kita akan terus kerja sama dengan BNN, Kecamatan, Kelurahan, untuk bisa memperketat terkait pendatang baru," jelasnya.
Terpisah, Lurah Gadingkasri, Rendra Kurnia Wardana menambahkan para pelaku telah mengontrak rumah tersebut selama dua bulan namun tidak menunjukkan aktivitas mencurigakan.
Rendra juga menjelaskan izin awal penggunaan rumah tersebut adalah untuk kantor Event Organizer (EO). Menurutnya, seminggu sebelum penggerebekan, warga mulai mencium bau menyengat yang diduga berasal dari rumah tersebut.
"Warga sekitar mengiranya ada ikan busuk. Kemudian kami cari di sekitar kantor kelurahan, tapi tidak ditemukan. Malah sempat akan dilaksanakan kerja bakti, untuk mencari tahu sumber baunya, rencananya mau membersihkan sungai sekitar," tutup Rendra.
Sebagai informasi, Kepolisian Republik Indonesia berhasil mengungkap pabrik narkoba terbesar yang pernah ada di Indonesia, berlokasi di Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang pada 3 Juli 2024 kemarin.
Dalam operasi yang melibatkan berbagai instansi, termasuk Ditjen Kemasyrakatan dan Ditjen Bea Cukai, polisi berhasil menemukan pabrik yang memproduksi 1,2 ton ganja sintetis (sinte) serta puluhan ribu pil ekstasi dan xanax.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais