04 April 2025

Get In Touch

Ksatria Airlangga Gelar Aksi Damai, Tuntut Keadilan untuk Prof Budi Santoso

Aksi damai Ksatria Airlangga menuntut keadilan untuk Prof. Budi Santoso. (Amanah/Lenteratoday)
Aksi damai Ksatria Airlangga menuntut keadilan untuk Prof. Budi Santoso. (Amanah/Lenteratoday)

SURABAYA (Lenteratoday)- Puluhan karangan bunga nampak memenuhi halaman Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis(4/7/2024).

Tak hanya itu, ratusan sivitas akademika FK Unair mulai dari mahasiswa, dosen, hingga karyawan juga kompak mengenakan baju berwarna putih memadati halaman kampus.

Mereka tengah melakukan Aksi Damai Ksatria Airlangga, menuntut agar Prof. Dr.dr Budi Santoso, SpOG.FER kembali menjabat sebagai Dekan FK Unair.

Prof Puruhito mantan Rektor Unair masa bakti 2001 - 2006 sekaligus alumni FK Unair mengaku sedih atas putusan Rektor Unair terhadap pencopotan jabatan Prof Bus (sapaan akrab Prof. Budi) sebagai Dekan FK Unair.

"Saya hari ini sangat berduka cita mendengarkan apa yang telah diputuskan oleh Rektor Unair, kepada dekan kita, Prof Bus," ucap Prof Puruhito saat orasi, Kamis(4/7/2024)

Menurutnya, tindakan yang diambil oleh pimpinan Unair tidak sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi. Ia mengungkapkan, jika Prof Bus belum waktunya undur diri.

Pasalnya, Prof Bus dalam keadaan sehat, tidak sakit, tidak melakukan studi lanjut, tidak mengundurkan diri, dan tidam pula masuk penjara atas keputusan pengadilan.

"Sebagai mantan pimpinan ada beberapa hal yang tidak sesuai, dengan apa yang seharusnya terjadi.  Syarat untuk memecat seorang dekan atau wakil dekan di lingkungan Universitas Airlangga, harus juga dengan persetujuan akademis senat Airlangga dan sekarang juga harusnya atas persetujuan majelis wali amanah. Tiga syarat ini ditambah 5 syarat dasar rupanya tidak terlalu dipenuhi oleh pimpinan, karena itu kami sangat beruka cita dan terharu atas apa yang terjadi dengan dekan kebanggan kita," ungkapnya.

Menurutnya Prof Bus merupakan sosok berprestasi, yang bisa membawa nama Unair khususnya FK Unair dikenal dunia. Lewat aksi ini, ia berharap adanya keadilan untuk Prof. Bus.

"Kita bangga denga Prof Bus atas prestasi kedokteran, membawa nama Unair naik 308 dan kebanyakan itu prestasi dari FK yang dipimpin oleh Prof Bus. Justru dinahkodai dialah kita bisa maju pesat, marilah kita semua prihatin dan memperjuangkan untuk mengembalikan jabatan beliau dan kemudian kita semua bisa lebih maju dan mencapai Airlangga engkau hiduplah, Airlangga engkau tetap jaya seperti mars kita," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Prof Bus dicopot dari jabatannya sebagai Dekan FK Unair pada Rabu(3/7/2024), karena menolak program dokter asing di Indonesia.

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.