05 April 2025

Get In Touch

DPRD Sebut Perlu Penanganan Ekstra Kurangi Angka Pengangguran di Palangka Raya

Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ruselita
Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ruselita

PALANGKA RAYA (Lenteratoday) - Pengurangan angka pengangguran menjadi salah satu PR (Pekerjaan Rumah) besar Pemerintah Kota Palangka Raya. Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ruselita menegaskan, perlu adanya penanganan ekstra serta pemahaman terkait program pemerintah kepada masyarakat untuk mewujudkan itu.

"Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah tahun 2023, angka pengangguran di Kota Palangka Raya mencapai 5,13 persen dan ini harus diatasi oleh pemerintah," katanya di Palangka Raya, dikutip Selasa (16/7/2024).

Dirinya menjelaskan, bahwa angka tersebut cukup tinggi sehingga menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Pemerintah Kota Palangka Raya untuk mencari solusinya.

Namun selama ini, dirinya menilai bahwa pemerintah telah berusaha dalam melaksanakan berbagai jenis pembinaan, seperti pembinaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan sebagainya.

"Tetapi masih ada masyarakat yang justru belum mengetahui atau belum memahami tentang program-program dari pemerintah untuk mengentaskan angka pengangguran di Kota Palangka Raya," ucapnya.

Untuk itu, Ruselita mengatakan, perlu adanya langkah ekstra dari pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait berbagai jenis program yang tengah berjalan, seperti pembinaan maupun pelatihan berbasis kompetensi untuk masyarakat.

Padahal dengan mengikuti pelatihan kerja, dapat menjadi momen yang penting bagi masyarakat untuk menggali berbagai potensi terpendam yang ada di dalam diri masing-masing masyarakat.

"Ini kan kalau semua masyarakat mengetahui, tentu seluruh masyarakat akan mengantre untuk mendaftar pelatihan. Apalagi pelatihan yang kerap dilaksanakan itu gratis atau tanpa dipungut biaya," ujarnya.

Untuk itu legislator asal Partai Perindo ini meminta pemerintah kota agar dapat bersinergi bersama para tokoh masyarakat, adat, agama dan sebagainya untuk bekerja sama dalam menekan angka pengangguran di Kota Palangka Raya.

Para tokoh kemudian dapat turut serta dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada para warganya terkait berbagai program pemerintah yang tengah berjalan.

"Karena kan kalau hanya pemerintah nya saja yang bekerja keras tetapi masyarakatnya sendiri tidak terlalu menanggapi, hanya akan sia-sia nantinya. Jadi benar-benar harus ada sinergi agar warga dapat menyambut baik kesempatan pelatihan yang diberikan pemerintah," demikian Ruselita.

Reporter: Novita / Co-Editor: Nei-Dya

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.