
SURABAYA (Lenteratoday) - Warga negara Indonesia (WNI) dipastikan tidak ada yang menjadi korban penembakan di masjid wilayah Al Wadi Al Kabir, Muscat, Oman, pada Selasa (16/7/2024) waktu setempat. Kabar tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
Diketahui, serangan terjadi saat penganut Syiah merayakan Asyura, peringatan wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Hussein yang dirayakan setiap 10 Muharram. Dalam insiden tersebut, setidaknya ada enam orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat.
Perayaan Asyura terkadang memicu ketegangan antara Muslim Sunni dan Syiah di beberapa negara, meskipun sebelumnya tidak pernah terjadi di Oman. Kepolisian Oman belum memberikan keterangan resmi mengenai motif penembakan termasuk apakah ada orang yang telah ditangkap.
"KBRI Muscat segera berkomunikasi dengan otoritas setempat dan komunitas WNI. Hingga saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu Judha Nugraha, Rabu (17/7/2024) dilansir dari Inews.id.
Dia mengatkan KBRI Muscat telah mengimbau para WNI di sekitar lokasi kejadian meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi arahan otoritas setempat. "Segera menghubungi Hotline KBRI Muscat jika menghadapi situasi darurat. Hotline KBRI Muscat +968 9600 0210," tuturnya. (*)
Sumber : Inews.id | Editor : Lutfiyu Handi