
SURABAYA (Lenteratoday) - Akibat tiga serangan udara yang diluncurkan Israel dalam waktu kurang dari satu jam pada Selasa malam (16/7/2024) setidaknya ada 57 warga Palestina tewas. Hal tersebut disampaikan badan pertahanan sipil Gaza.
Pada Selasa malam (16/7/2024, serangan udara Israel terhadap sebuah mobil menewaskan sedikitnya 17 warga Palestina dan melukai 26 lainnya di Khan Younis di Gaza selatan, kata para pejabat.
Serangan udara itu terjadi di dekat area tenda yang menampung keluarga-keluarga pengungsi di Jalan Attar di wilayah Al-Mawasi yang ditunjuk untuk tujuan kemanusiaan, kata kementerian kesehatan.
Militer Israel mengklaim serangan itu menargetkan pejabat senior kelompok Jihad Islam, sekutu Hamas. “Kami sedang menyelidiki laporan yang menyatakan bahwa beberapa warga sipil terluka akibat serangan itu,” kata pernyataan militer tersebut.
Rekaman dari kantor berita Reuters menunjukkan warga membawa jenazah korban tewas dan terluka dengan kereta keledai dan becak ke rumah sakit.
“Mobil menjadi sasaran, darah berceceran, dan pecahan peluru menghantam tenda kami dan para martir tertinggal di jalan. Kami berteriak: 'Kami membutuhkan ambulans'. Kami menaikkan [para korban] ke dalam gerobak dan becak dan ambulans datang setelah beberapa saat,” kata saksi mata Tahrir Matir, yang tinggal di tenda di dekatnya.
Sementara, di kamp bersejarah Nuseirat di Gaza tengah, setidaknya empat warga Palestina tewas dalam penembakan terpisah dan serangan udara di Gaza tengah, kata petugas medis. Serangan udara Israel menewaskan empat orang di Sheikh Zayed di Gaza utara, kata mereka.
Berjarak beberapa jam kemudian, serangan udara Israel terhadap sekolah yang dikelola PBB yang menampung keluarga pengungsi di kamp Nuseirat menewaskan 25 orang dan melukai banyak lainnya, kata para pejabat kesehatan.
Bahkan, jurnalis lokal Mohammad Meshmesh juga dikabarkan tewas dalam serangan tersebut. Sehingga jumlah jurnalis yang tewas dalam konflik tersebut menjadi 160 orang, kata kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas.
Israel bersumpah untuk membasmi Hamas setelah militannya membunuh 1.139 orang dan menyandera lebih dari 250 orang dalam serangan terhadap komunitas Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, menurut penghitungan Israel.
Setidaknya 38.713 warga Palestina telah tewas dalam serangan balasan Israel sejak itu, kata otoritas kesehatan Gaza dalam laporan terbaru mereka pada hari Selasa. Israel juga mengatakan 326 tentaranya tewas di Gaza.
Di Rafah, kota perbatasan selatan tempat pasukan Israel beroperasi sejak Mei, lima warga Palestina tewas dalam serangan udara terhadap sebuah rumah, kata pejabat kesehatan Gaza. Di dekat Khan Younis, seorang pria, istri dan dua anaknya terbunuh, kata mereka.
Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 25 orang di sebuah sekolah yang dikelola PBB di wilayah Nuseirat di Gaza tengah, 18 orang tewas di Khan Younis selatan, dan lima orang tewas di Beit Lahiya di Gaza utara, menurut laporan.
Hamas menuduh Israel meningkatkan serangan di Gaza untuk mencoba menggagalkan upaya mediator Arab dan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata. Israel mengklaim pihaknya berupaya membasmi para pejuang Hamas.
Kerabat mengunjungi Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir Al-Balah di Gaza tengah untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kerabat sebelum pemakaman.
“Kami kelelahan, kami hancur, kami sangat lelah, kesabaran kami sudah habis,” kata Sahar Abu Emeira, warga Palestina. (*)
Sumber : Tempo | Editor : Lutfiyu Handi