
SURABAYA (Lenteratoday) - Lima mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PMK-K), berhasil membuat pengharum ruangan alami berbahan dasar daun cincau dan kayu manis.
Kelima mahasiswa itu adalah Nia Kurniawati, Helian Dwi Mufida, Fannisa Amalia Sholiha, Nicolle De Bell dan Fairus Sahira Ali. Inovasi yang tembus pendanaan PKM-K tahun 2024 ini dibimbing Muamar Zainul Arif, S.Pd., M.Pd.
Salah satu perwakilan tim, Nia Kurniawati mengatakan tercetusnya ide tersebut dilatarbelakangi, karena permasalahan polusi udara dalam ruangan yang dapat mengganggu kesehatan dan banyak pengharum ruangan sintetis beredar di masyarakat.
Ia menjelaskan paparan polusi udara dalam ruangan dapat mengakibatkan alergi, dan gangguan pernafasan. Salah satu paparan tersebut ialah adanya partikel-partikel yang dapat mengganggu kesehatan pernafasan.
"Pengharum ruangan yang beredar di masyarakat saat ini, kebanyakan mengandung bahan sintetis yang dapat mengganggu kesehatan pernafasan. Berdasarkan riset Natural Resources Defense Council (NRDC) AS menunjukkan bahwa penggunaan pengharum ruangan sintetis akan mengisi rumah dengan bahan kimia berbahaya," tuturnya, Jumat(19/7/2024).
Oleh karena itu, ia dan tim melahirkan inovasi produk pengharum ruangan alami. Dengan bahan dari ekstrak daun cincau dan minyak esensial kayu manis yang diberi nama “Aeris Cincau”.
“Dengan inovasi ini kami mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) serta Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk dikembangkan di bidang kewirausahaan," ucap Nia.
Ia mengungkapkan Aeris Cincau menghadirkan tiga edisi yaitu reed diffuser, apple bottle dan pouch. Ketiga edisi tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan konsumen, sehingga dapat digunakan di ruangan, lemari baju, mobil dan ramah bagi lingkungan.
"Pengharum ruangan ini selain menjadi solusi pengharum ruangan yang aman bagi kesehatan pernafasan, produk ini dikembangkan agar mampu membantu komoditas lokal. Karena bahan-bahan yang diperlukan dapat diambil dari petani lokal," ungkapnya.
Terkait keunggulannya, Nia mengatakan
Aeris Cincau memiliki keunikan sendiri bagi pengharum ruangan. Keunikannya ialah bahan yang digunakan biasanya untuk membuat jeli cincau, ternyata dapat dibuat sebagai pengharum ruangan karena terdapat kandungan flavonoidnya.
Flavonoid merupakan senyawa fenolik yang memiliki sifat antioksidan sehingga efektif untuk antibakteri dan antipolutan.
Selain cincau, Aeris Cincau mengandung minyak esensial kayu manis. Kayu manis memiliki kandungan bioaktif yang aman bagi kesehatan tubuh dan memiliki aroma menenangkan sehingga dapat mengurangi stress.
"Keunggulan dari produk ini terletak pada kemasan ramah lingkungan dan bahan dasar yang memperhatikan kesehatan pernafasan," kata Nia.
Ke depan, produk ini akan dikembangkan sehingga menjadi produk inovatif yang memperhatikan kesehatan konsumen imbuhnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais