
SURABAYA (Lenteratoday) -Para atlet Palestina sangat antusias tampil di Olimpiade 2024 Paris yang berlangsung pada 26 Juli hingga 11 Agustus. Mereka menganggap bisa tampil di Olimpiade sudah menjadi sebuah 'kemenangan'.
Total hanya ada enam atlet Palestina yang akan tampil di Olimpiade 2024 dari cabang olahraga tinju, judo, taekwondo, menembak, dan berenang. Salah satu atlet Palestina yang akan bertanding adalah Yazan Al Bawwab dari cabor renang.
Yazan mengaku bangga bisa mewakili Palestina di Olimpiade 2024. Yazan menyebut banyak pihak yang tidak ingin melihat atlet Palestina bertanding di Olimpiade.
"Meraih medali atau tidak, kami sudah menang. Faktanya kami berada di sini. Faktanya orang-orang tidak ingin kami berada di sini. Mereka tidak ingin kami bersaing di olahraga, mereka tidak ingin kami ada," kata Yazan dikutip dari Reuters.
Yazan akan jadi pembawa bendera Palestina dalam seremoni pembukaan Olimpiade 2024 yang berlangsung di Paris, Jumat (26/7/2024). Ia merasa, masih ada penolakan terhadap Palestina selama mewakili kontingen di ajang olahraga internasional.
"Orang-orang tidak ingin warga Palestina hadir. Mereka melihat bendera kami dan tidak menginginkannya. Jadi berada di sini [Olimpiade 2024] adalah sebuah kemenangan," ujarnya.
Setidaknya sudah lebih dari 39 ribu orang tewas akibat gempuran tentara Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu.
Di tengah agresi itu, atlet-atlet Palestina mendapat dukungan dari negara-negara Arab seperti Kuwait, Qatar, Libya, dan Mesir untuk menyediakan tempat latihan.
Persiapan Olimpiade 2024 adalah tantangan amat berat bagi atlet Palestina. Ada lebih dari 300 orang yang terdiri dari atlet, wasit, dan pegiat olahraga yang tewas. Belum lagi berbagai fasilitas olahraga yang hancur di Gaza akibat serangan Israel.
"Saya bisa bilang bahwa saya adalah salah satu orang paling beruntung di dunia. Saya punya kesempatan berkompetisi untuk negara saya dan mengangkat bendera negara saya," kata atlet renang Palestina Valerie Tarazi.
"Hati saya bersama mereka [warga Palestina]. Setiap kali saya berenang, setiap kali saya melompat ke kolam, saya membayangkan rakyat Palestina dan perjuangan mereka. Saya hanya ingin mewakili mereka dengan cara terbaik," ia menambahkan.

Tim Palestina untuk Olimpiade yang dimulai pada Jumat ini terdiri atas enam atlet yang akan bertanding di cabang tinju, judo, taekwondo, menembak dan berenang, dengan harapan tipis untuk mendapatkan medali.
"Apakah memperoleh medali atau tidak, kami sudah menang," perenang Yazan Al Bawwab mengatakan kepada Reuters.
“Fakta bahwa kami ada di sini. Fakta bahwa orang-orang tidak ingin kami berada di sini, mereka tidak ingin kami berolahraga. Mereka tidak ingin kami ada. Mereka melihat benderanya dan mereka tidak menginginkannya. Jadi berada di sini adalah sebuah kemenangan," kata Al Bawwab, yang akan menjadi pembawa bendera tim pada upacara pembukaan.
Dengan bendera besar Palestina berkibar di kolam Nanterre, kedua perenang mempersiapkan rincian terakhir untuk kompetisi mereka tetapi mengatakan bahwa mereka juga memikirkan keluarga dan teman-teman mereka di Gaza.
Al-Bawwab, 24 tahun, yang akan berkompetisi dalam nomor renang 100 meter, mengatakan dia akan sangat bangga membawa benderanya pada upacara pembukaan 26 Juli mendatang, dan berharap mereka bisa fokus hanya pada olahraga. Namun Al-Bawwab mengatakan dia akan menggunakan momen itu “untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah manusia”.
Sekitar 1.200 orang tewas dan lebih dari 250 orang ditangkap dan disandera di Gaza dalam serangan terhadap Israel selatan yang dipimpin oleh kelompok militan Palestina Hamas pada 7 Oktober lalu, menurut penghitungan Israel.
Serangan militer Israel sebagai balas dendam ke Gaza telah menewaskan hampir 39.000 warga Palestina, kata pejabat kesehatan di daerah kantong Palestina.
Pejabat olahraga Palestina mengatakan bahwa sejak dimulainya konflik pada Oktober 2023, lebih dari 300 atlet, wasit, dan pejabat olahraga terbunuh dan semua fasilitas olahraga di Gaza dihancurkan.
“Saya sudah mengatakannya sebelumnya, tetapi saya adalah salah satu orang paling beruntung di dunia,” kata perenang Valerie Tarazi. “Saya mempunyai kesempatan untuk bersaing demi negara saya, untuk mengibarkan bendera negara saya.”
"Hati saya bersama mereka. Setiap kali saya berenang, setiap kali saya terjun ke kolam, saya memikirkan rakyat Palestina, perjuangan mereka. Dan saya hanya ingin mewakili mereka dengan cara terbaik."
Tarazi, 24, yang akan mengikuti lomba gaya ganti individu 200 meter, lahir dan besar di Amerika Serikat. Dia mengatakan kepada Reuters bahwa hatinya hancur saat dia menyaksikan warga Palestina berenang untuk mendapatkan paket bantuan sementara dia bersiap berenang untuk mendapatkan medali.
Menjelang Olimpiade Paris, para atlet Palestina telah mendapat dukungan dari negara-negara Arab, termasuk Kuwait, Qatar, Libya dan Mesir, untuk mengizinkan pelatihan di negara-negara tersebut.
Editor: Arifin BH/CNN~Tempo