04 April 2025

Get In Touch

Era Posyandu COE, Pemkot Kediri Tingkatkan Kapasitas keterampilan Kader Kesehatan

Kegiatan optimalisasi kader kesehatan yang diadakan Dinas Kesehatan Kota Kediri.
Kegiatan optimalisasi kader kesehatan yang diadakan Dinas Kesehatan Kota Kediri.

KEDIRI (Lenteratoday) - Memperkuat layanan kesehatan di tingkat kelurahan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri menggelar peningkatan kapasitas kader dengan konsep wisata alam di Hutan Joyoboyo, Selasa(13/8/2024).

Sebanyak 300 kader kesehatan dari perwakilan tiap kelurahan, mengikuti kegiatan yang diawali dengan senam bersama pukul 06.00 WIB. Selain senam, penguatan layanan kesehatan kali ini diisi dengan pemberian materi oleh narasumber dari Puskesmas Mrican dan ditutup dengan kegiatan outbond.

Peningkatan kapasitas kader kesehatan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para kader terhadap penanggulangan penyakit tidak menular di era Posyandu Center Of Excellent (COE).

Di tempat terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr Muh. Fajri Mubasysyir mengatakan keterampilan dan pengetahuan para kader, perlu ditingkatkan terhadap penanggulangan penyakit tidak menular di era posyandu Center Of Excellent.

“Saat ini layanan kesehatan di posyandu sudah bertransformasi menjadi Posyandu COE, dengan begitu para kader dituntut untuk lebih meningkatkan kapasitasnya sehingga layanan kesehatan di posyandu bisa lebih optimal,” terangnya.

Berbeda dengan sebelumnya, pada posyandu COE pelayanan kesehatan menyeluruh sesuai arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Mulai pelayanan balita, ibu hamil dan menyusui, remaja dan lansia.

“Posyandu COE ini merupakan program pemerintah pelayanan pemeriksaan terintegrasi mulai remaja, calon pengantin, ibu hamil, pasangan usia subur, dan lansia dilayani satu tempat,” ujarnya.

Dalam menunjang layanan tersebut, kader kesehatan diharapkan menguasai 25 keterampilan dasar. Untuk itu, dikatakan dr Fajri dengan upaya ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi para kader untuk terus menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan.

“Keterampilan dasar tersebut memuat 25 keterampilan yang tersebar di berbagai kelompok siklus hidup, yaitu ibu hamil dan menyusui, bayi balita, usia sekolah dan remaja, usia produktif dan lansia. Hal yang perlu ditingkatkan adalah tingkat kecakapan kader secara lisan dan praktik dalam menjalankan tugasnya sebagai penggerak, pencatat, dan penyuluh kesehatan,” tambahnya.

Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini dr Fajri berharap bisa menambah wawasan, semangat dan motivasi para kader sehingga memudahkan koordinasi dan meningkatkan kinerja serta kemampuan sebagai bekal melakukan pelayanan kesehatan.

Reporter: Gatot Sunarko/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.