03 April 2025

Get In Touch

Kabupaten Kediri Tiru Keberhasilan Sleman Tangani Stunting, Angka Kematian Ibu dan Bayi

Ketua TP PKK Kab Kediri, Eriani Annisa Hanindhito memberikan cinderamata saat kunjungan di Kabupaten Sleman.
Ketua TP PKK Kab Kediri, Eriani Annisa Hanindhito memberikan cinderamata saat kunjungan di Kabupaten Sleman.

KEDIRI (Lenteratoday) - Rim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kediri melakukan kaji tiru, penanganan Stunting, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) ke Kabupaten Sleman, Jawa Tengah Pemilihan Kabupaten Sleman yang dinilai berhasil.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 di Kabupaten Sleman pada angka 12,4 persen, dan berdasarkan pantauan melalui posyandu pada angka 4,51 persen.

Rangkaian kegiatan kaji tiru di Bumi Sembada dilaksanakan, Rabu(11/9/2024) rombongan Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito diajak mengunjungi Kelurahan Sidoluhur di Sleman.

Kelurahan ini pada 2023 berhasil mendapatkan penghargaan dari asosiasi Dinas Kesehatan (Dinkes), sebagai desa penanganan Stunting terbaik se-Indonesia.

Menurut Eriani Annisa Hanindhito yang akrab di sapa Mbak Cicha perlu kerjasama berbagai pihak, dalam upaya penanganan Stunting, AKI dan AKB di Bumi Panjalu julukan Kabupaten Kediri.

Mbak Cicha istri dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menambahkan di Kabupaten Kediri, upaya percepatan penurunan Stunting, AKI dan AKB menjadi program prioritas pemerintah daerah.

“Ketiganya menjadi persoalan serius dan dalam penanganan diperlukan kerjasama, tidak hanya pemerintah daerah, namun juga masyarakat dan organisasi lain,” ujarnya, Kamis(12/9/2024)

Berdasarkan SKI 2023, angka Stunting di Kabupaten Kediri pada angka 16,8 persen. Adapun hasil intervensi yang dilakukan serentak di Juni 2024 angka Stunting turun di angka 7,49 persen.

"Ini semua berkat kolaborasi bersama tim percepatan (penanganan) stunting di Kabupaten Kediri," imbuh Mbak Cicha.

Begitupula AKI dan AKB, pada 2021 AKI sebanyak 29 kasus. Kemudian 2022 turun menjadi 11 kasus dan 10 kasus di 2023. Untuk AKB pada 2021 ada 150 kasus, 122 kasus di 2022 dan 83 kasus di 2023.

Ditegaskan Mbak Cicha penurunan itu tentunya masih bisa dimaksimalkan, untuk itu TP PKK Kabupaten Kediri melakukan kegiatan kaji tiru ke Kabupaten Sleman.

“Semua pihak jangan cepat berpuas diri, kita masih bisa memaksimalkan percepatan penanganan Stunting, AKI dan AKB,” paparnya.

"Kami ingin berdiskusi menggali pengalaman, serta praktik baik yang telah diterapkan di Kabupaten Sleman dalam penurunan Stunting, AKI dan AKB," tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib menyebut ada hal-hal yang dapat dicontoh dari yang telah diaplikasikan dari Kelurahan Sidoluhur, yakni keaktifan pemerintah desa yang bisa mengajak masyarakat termasuk kalangan lain seperti pengusaha.

Disisi lain, sikap kepedulian warga terhadap lingkungan masyarakat diakui dapat terbangun dengan baik dan perlu untuk ditiru. Sehingga program penanganan Stunting, AKB dan AKI berjalan maksimal.

"Di sini diperlukan jiwa keikhlasan, penanganan (Stunting, AKI dan AKB) bukan hanya mengandalkan dari daerah, tapi dari masyarakat untuk masyarakat yang peduli terhadap lingkungan," tambah Khotib.

Reporter: Gatot Sunarko/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.