
BATU (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,8 miliar, untuk revitalisasi 10 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Batu. Anggaran ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu, M. Chori menyebutkan revitalisasi sekolah menjadi prioritas Pemkot, untuk memastikan para siswa mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai.
"Jadi kegiatan pembangunan dan rehabilitasi ini, 41 persen menggunakan dana APBD dan sebanyak 59 persen berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN. Totalnya ada 10 titik lokasi atau sekolah yang akan direhab di tahun 2024 ini," ujar Chori, Rabu(18/9/2024).
Chori menjelaskan 10 titik sekolah yang akan direvitalisasi ini tersebar di tiga kecamatan se Kota Batu, yaitu Kecamatan Bumiaji, Kecamatan Junrejo, dan Kecamatan Batu.
Di Kecamatan Bumiaji, menurutnya terdapat empat sekolah yang akan direnovasi, yaitu SDN Giripurno 02, SDN Punten 01, SMPN 5, dan SMPN 6, dengan total anggaran Rp 4,7 miliar.
"Dari total Rp 4,7 miliar itu, anggaran terbesar dipergunakan untuk SMPN 5 dan SMPN 6 Kota Batu, masing-masing mendapat anggaran sebesar Rp 1,4 miliar," tambahnya.
Selanjutnya di Kecamatan Junrejo, menurutnya terdapat 4 sekolah yang akan direvitalisasi, yakni SDN Junrejo 01, SDN Junrejo 02, SDN Pendem 01, dan SMP Diponegoro. Untuk keempat sekolah ini, sambung Chori, Pemkot Batu mengalokasikan dana sebesar Rp 1,6 miliar.
"Kemudian kalau di Kecamatan Batu, itu ada 2 titik sekolah, yaitu SD Sisir 01 dan SMPK Widyatama, dengan alokasi total anggaran sebesar Rp 575 juta," tuturnya.
Menurut Chori revitalisasi yang dilakukan meliputi berbagai aspek, termasuk pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium IPA, serta renovasi fasilitas lainnya.
"Di SMPN 5, fokusnya pada rehabilitasi ruang perpustakaan, laboratorium IPA, laboratorium komputer, dan ruang tata usaha beserta perabotannya. Sedangkan di SMPN 6, akan dibangun ruang kelas baru lengkap dengan perabotannya," jelas Chori.
Selain itu, di SDN Giripurno 02 anggaran sebesar Rp 1,1 miliar akan digunakan untuk renovasi atap ruang kelas, rehabilitasi ruang kelas, rehabilitasi jamban, rehabilitasi ruang perpustakaan, dan pembangunan ruang laboratorium komputer.
Terpisah, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai menambahkan revitalisasi ini bukan hanya sekedar perbaikan fisik, melainkan juga sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi para siswa.
"Perkiraan selesai pada Desember 2024 nanti, ini tentunya menjadi atensi kita dan harapannya bisa semakin menunjang proses pembelajaran yang nyaman dan aman bagi siswa," tegasnya.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais