04 April 2025

Get In Touch

Rawan Kelangkaan Sembako Saat Kampanye Pilkada, Pemkot Malang Siapkan Berbagai Strategi

Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan. (Santi/Lenteratoday)
Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan. (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah menyiapkan strategi, guna mengantisipasi potensi kelangkaan sembako di pasaran. Kondisi ini dinilai rawan terjadi selama masa kampanye Pilkada serentak 2024, ketika permintaan bahan pokok cenderung meningkat signifikan.

Melalui High Level Meeting (HLM), Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan menyebutkan inflasi di Kota Malang saat ini berada pada angka 1,88 persen naik dari sebelumnya 1,83 persen.

"Kalau turun terus, kasihan pelaku usaha karena daya beli masyarakat yang kurang. Namun, kita juga perlu mengantisipasi agar selama masa kampanye nanti tidak terjadi kelangkaan bahan pokok yang berpotensi meningkatkan harga," ujar Iwan, Rabu(18/9/2024).

Iwan menjelaskan berdasarkan catatan Pemkot Malang selama masa kampanye Pileg dan Pilpres Februari 2024 kemarin, sering kali memicu pembelian sembako dalam jumlah besar. Terutama oleh para pelaku politik, untuk dibagikan kepada masyarakat selama masa kampanye.

Fenomena ini menurut Iwan berisiko menyebabkan kelangkaan bahan pokok di pasar, yang pada akhirnya dapat mendorong inflasi lebih tinggi.

"Ya, kita ketahui, kebanyakan sembako ini nanti kan diborong (oleh para pelaku politik) untuk diberikan kepada masyarakat pra sejahtera yang membutuhkan. Nah ini jangan sampai habis di pasaran, karena kalau sampai sembako ini mengalami keterbatasan maka akan mengalami peningkatan harga," tambahnya.

Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Malang bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satu kebijakan yang akan dilakukan yakni memperbanyak operasi pasar, terutama pada periode kampanye yang rawan kelangkaan sembako, yakni antara bulan September hingga November.

Mengakhiri pernyataannya, Iwan memastikan bahwa stok sembako di Kota Malang saat ini masih dalam kondisi aman, mengingat masa kampanye baru akan dimulai pada 25 September mendatang.

"Penjadwalan pemberian bantuan Bulog, itu juga harus clear dengan jadwal pelaksanaan kampanye Pilkada. Kita dorong di September-November ini, karena itu merupakan kondisi rawan ketersediaan bahan pokok," tutupnya.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.