04 April 2025

Get In Touch

Pilgub Jatim 2024, Pasangan Luluk-Lukman Fokus Kesetaraan Gender dan Pengentasan Kemiskinan

Cagub Jatim dari PKB, Luluk Nur Hamidah.
Cagub Jatim dari PKB, Luluk Nur Hamidah.

SURABAYA (Lenteratoday) – Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2024 menjadi panggung politik yang istimewa, dengan hadirnya tiga kandidat srikandi perempuan.

Masing-masing membawa visi yang kuat dan relevan, untuk memajukan provinsi terbesar kedua di Indonesia ini. Di antara ketiga kandidat, Luluk Nur Hamidah, yang berpasangan dengan Lukmanul Khakim sebagai calon wakil gubernur menonjol dengan pendekatan progresifnya terkait isu-isu kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, serta pengentasan ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih menjadi persoalan mendasar di Jawa Timur.

Dalam pandangannya, Luluk menilai Jawa Timur masih menghadapi ketimpangan gender yang serius, terutama dalam hal akses terhadap layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi.

Salah satu isu yang menjadi perhatian khusus Luluk adalah tingginya angka kemiskinan, yang dialami oleh perempuan di wilayah pedesaan. Ia menyebut bahwa perempuan sering kali menjadi kelompok yang paling rentan, terhadap dampak dari kemiskinan dan kebijakan publik yang tidak inklusif.

"Kemiskinan perempuan di Jawa Timur, adalah masalah besar yang harus kita tangani dengan serius. Perempuan sering kali tidak mendapatkan akses yang sama terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi. Ini adalah ketimpangan yang perlu diatasi melalui kebijakan yang inklusif dan berpihak pada perempuan," ungkap Luluk, Rabu(18/09/2024).

Selain itu, Luluk juga menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan, dan pernikahan anak di beberapa wilayah di Jawa Timur. Ia menyadari bahwa perempuan di provinsi ini masih sering menjadi korban kekerasan, baik dalam lingkup rumah tangga maupun sosial, dan situasi ini diperburuk dengan maraknya pernikahan anak yang menghalangi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Untuk menghadapi persoalan ini, politisi PKB tersebut telah merancang program-program perlindungan dan pemberdayaan perempuan yang komprehensif. Mereka berkomitmen untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan dan kesehatan bagi perempuan, serta memperkuat kerangka hukum dan sosial yang melindungi perempuan dari segala bentuk kekerasan.

Luluk juga berencana memperluas jangkauan layanan sosial di daerah-daerah terpencil, agar perempuan yang berada di pedesaan dapat lebih mudah mengakses bantuan dan layanan yang mereka butuhkan.

Sementara di bidang pendidikan, Luluk menyoroti bahwa partisipasi siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur masih kurang dari 70 persen yang berdampak pada rendahnya daya saing tenaga kerja lokal.

Untuk itu, ia berkomitmen untuk meningkatkan partisipasi siswa di SMK melalui program-program peningkatan kualitas pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri. Menurut Luluk, pendidikan vokasi harus diperkuat agar lulusan SMK memiliki keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja global.

“Kita perlu meningkatkan partisipasi dan kualitas pendidikan di SMK, karena ini adalah salah satu jalan untuk mengatasi pengangguran terbuka di Jawa Timur. Kami ingin agar lulusan SMK bisa langsung terserap oleh industri, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga pekerjaan yang layak,” pungkas Luluk.

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.