
SURABAYA (Lenteratoday) – Penetapan Ketua DPRD Jawa Timur periode 2024-2029 kembali mengalami penundaan. Keputusan ini diumumkan oleh pimpinan sementara DPRD Jatim, Anik Maslachah, yang menyatakan bahwa Sidang Paripurna yang dijadwalkan untuk Senin (23/9/2024), resmi ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Pengumuman tersebut mengacu pada surat nomor 100.1/4223/050/2024 terkait penundaan Rapat Paripurna. "Rapat Paripurna Penetapan Calon Pimpinan DPRD Jawa Timur masa jabatan 2024-2029 ditunda dan akan dijadwalkan ulang sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," jelas Anik Maslachah, Sabtu sore (21/09/2024).
Penundaan tersebut menimbulkan spekulasi di kalangan publik dan anggota dewan, mengingat nama-nama pimpinan yang akan diusulkan oleh partai-partai pemenang Pemilu 2024 belum sepenuhnya final. Meskipun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah menunjuk Musyafak Rouf sebagai Ketua DPRD Jatim dan Partai Golkar menetapkan Blegur Prijanggono sebagai Wakil Ketua, partai lainnya seperti Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan PDI Perjuangan masih belum menentukan secara resmi siapa yang akan mewakili mereka di posisi wakil ketua.
Sejumlah anggota DPRD Jawa Timur pun menantikan kejelasan lebih lanjut terkait penundaan ini. "Kami belum tahu apakah ada perubahan nama untuk pimpinan atau ada alasan lain. Kami hanya bisa menunggu keputusan resmi," terang salah seorang anggota dewan yang enggan disebutkan namanya.
Penundaan ini memunculkan berbagai spekulasi terkait dinamika politik internal partai-partai besar di Jawa Timur, terutama mengenai penentuan posisi strategis di legislatif. Ketidakpastian ini juga membuat beberapa pihak bertanya-tanya mengenai arah politik DPRD Jatim untuk lima tahun ke depan.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa penundaan Sidang Paripurna ini dipicu oleh adanya tarik-ulur internal di antara partai-partai besar terkait alokasi kursi pimpinan DPRD. Meskipun beberapa nama sudah muncul ke permukaan, masih ada ketidakpastian di antara partai besar lainnya yang menjadi penyebab tertundanya keputusan final.
Dengan belum ditetapkannya pimpinan definitif, roda pemerintahan di DPRD Jatim masih harus menunggu hingga semua partai pemenang Pemilu 2024 merampungkan proses internal mereka. Ini termasuk Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan PDI Perjuangan, yang hingga kini belum mengumumkan calon wakil ketua mereka. (*)
Reporter: Pradhita | Editor : Lutfiyu Handi