04 April 2025

Get In Touch

Sinergi Pariwisata dan Pertanian, Upaya Pemkot Batu Majukan Ekonomi Masyarakat

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, meninjau produk lokal jeruk keprok di salah satu hotel Kota Batu.(foto:ost.dok. Prokopim Kota Batu)
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, meninjau produk lokal jeruk keprok di salah satu hotel Kota Batu.(foto:ost.dok. Prokopim Kota Batu)

BATU (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus berupaya memperkuat perekonomian masyarakat, dengan mengoptimalkan sinergi antara sektor pariwisata dan pertanian lokal. Melalui kolaborasi antara hotel-hotel dan para petani, produk unggulan daerah di antaranya apel, stroberi, hingga jambu kristal dipromosikan kepada wisatawan. 

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus sebagai solusi mencapai target kunjungan wisatawan yakni 12 juta orang di tahun 2024.

"Harapannya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu bisa bersinergi dengan petani lokal kita. untuk memprosokikan hasil taninya ke hotel-hotel. Karena selain stablilitas perputaran ekonomi, sekaligus bertujuan menguatkan identitas Kota Batu sebagai kota wisata berbasis alam," ujar Pj Aries, Senin(23/9/2024). 

Aries menambahkan pengoptimalan sinergi tersebut juga tidak hanya memberikan keuntungan bagi para petani, tetapi juga memberi pengalaman baru bagi wisatawan yang dapat menikmati langsung hasil pertanian lokal sebagai bagian dari layanan yang ditawarkan hotel-hotel di Kota Batu. 

"Kan bisa dipadukan dengan paket wisata yang ditawarkan kepada wisatawan, sehingga presentase kunjungan kembali ke Kota Batu akam semakin meningkat. Dari situ, kita akan bisa mencapai target kunjungan wisatawan 12 juta orang di tahun 2024 ini," tambah Aries.

Tak hanya memperkenalkan produk pertanian, pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur ini menyampaikan kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) juga menjadi fokus pengembangan pariwisata Kota Batu. 

Ia menyebutkan salah satu contoh nyata yakni keterlibatan seniman lokal dalam menyediakan karya seni seperti hand painted di hotel-hotel, yang menambah daya tarik pariwisata berbasis seni dan budaya.

Lebih lanjut, keunikan seni dan potensi alam Kota Batu menurut Aries harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pihak yang terlibat dalam sektor pariwisata. Dengan demikian, ekonomi kreatif yang tumbuh bersama pariwisata dapat menciptakan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian daerah.

"Makanya tadi saya sebutkan, bahwa hal hal ini akan memberikan efek berantai pada ekonomi masyarakat. Disamping itu tadi, yakni memperkuat posisi Kota Batu sebagai pusat agrowisata baik di tingkat nasional maupun secara global,” ungkapnya.

Diakhir, Aries menegaskan potensi alam dan ekonomi kreatif di Kota Batu merupakan aset yang harus terus dijaga dan dikembangkan dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan strategi yang tepat, menurutnya Kota Batu tidak hanya akan menjadi destinasi wisata favorit, tetapi juga sebagai model pengembangan pariwisata yang memberdayakan masyarakat lokal.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.