04 April 2025

Get In Touch

Dapat Nomor Urut 1, Luluk : Banyak Filosofi Kemenangan

Paslon Luluk-Lukman mendapatan nomor urut 1.
Paslon Luluk-Lukman mendapatan nomor urut 1.

SURABAYA (Lenteratoday) - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim mengaku bahagia mendapat nomor urut 1 pada kontestasi pemilihan Gubernur Jatim 2024. Luluk juga menandakan bahwa nomor 1 adalah nomor kemenangan yang memiliki filosofi kompleks.

Dalam rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut Pilgub Jatim di Hotel Mercure Surabaya, Senin (23/9/2029), Luluk-Lukman mendapatkan nomor urut 1. Nomor tersebut seperti yang mereka harapkan.

"Bapak-Ibu sekalian, saya sangat berbahagia sekali dan Mas Lukman, kami berdua telah mendapatkan nomor urut satu," kata Luluk dalam sambutannya.

Kemudian dia juga menandaskan bahwa punya tekad yang sama, punya satu nyali, punya satu jiwa, ada satu barisan, satu gerakan. "Nah ini yang akan menjadi modal dasar untuk bisa membangun Jawa Timur," ujarnya.

Mantan Ketua Umum Kopri PB PMII ini mengatakan bahwa semangatnya semakin bertambah setelah mendapat nomor urut 1. Ia meyakini mampu memberikan semangat perubahan untuk Jatim yang lebih maju, masyarakatnya makmur.

Dalam kesempatan itu Mbak Luluk mengatakan bahwa jika ingin perubahan yang lebih makmur, butuh tekat yang kuat, maka butuh mental perubahan, bahwa kesejahteraan masyarakat Jatim harus dapat diraih dan diwujudkan bersama-sama.

"Gak ada cara lain kecuali memang kita benar-benar mau berubah. Kalau kita ingin mengurangi angka kemiskinan, di mana Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan jumlah penduduk miskin yang terbesar di Indonesia. Masa iya kemudian ini mau dilanjutkan," kata dia.

Mbak Luluk menuturkan, selain muda pihaknya dan Mas Lukman sudah memiliki pengalaman yang matang dalam kepemerintahan. Oleh karenanya, pihaknya sudah melakukan pemetaan permasalahan apa saja yang harus dibenahi di untuk mengangkat derajat kesejahteraan Jatim.

Ia mengatakan dengan angka pengangguran di Jatim yang sangat tinggi, maka kondisi tersebut sebenarnya tidak sejalan dengan posisi geografis Jatim yang memiliki banyak potensi. Jatim memiliki kekuatan agraris maritim. Kesuburan tanah dan kekayaan alam begitu melimpah yang idealnya dapat menampung jutaan pekerja. Namun yang terjadi malah kondisi yang sebaliknya.

"Sekarang angka partisipasi di dunia kerja itu justru disumbangkan lebih banyak oleh mereka yang lulusan SD 42%. Sementara yang lulusan SMA sama SMK itu justru penyumbang tingkat pengangguran terbuka," jelas Mbak Luluk.

"Nah ini adalah momentum untuk menciptakan lapangan-lapangan kerja baru ataupun lapangan kerja yang lain yang kiranya cocok dengan kebutuhan," pungkasnya. (*)

Reporter : Lutfi | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.