
SURABAYA (Lenteratoday) - DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya bersiap melakukan pergerakan intensif di lapangan, guna memenangkan pasangan calon (paslon) yang diusul dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono optimis, jika kemenangan dalam Pilkada di Surabaya atau di Jawa Timur bisa diraih dengan angka yang maksimal.
"Baik untuk Pilwali maupun Pilgub, untuk kemenangan Bu Risma dan Gus Hans di Jawa Timur dan kemenangan Pak Eri dan Pak Armuji di Kota Surabaya," ucap pria yang akrab disapa Awi ini, Selasa (24/9/2024).
Awi menyebut, nantinya jika paslon yang diusung PDI perjuangan menang, maka akan ada banyak gebrakan yang dilakukan untuk program pembangunan.
Ia mencontohkan, di tingkat Kota Surabaya misalnya, pasangan calon walikota dan wakil walikota Surabaya Eri-Armuji akan membawa Kota Pahlawan ke arah yang lebih baik lagi di 5 tahun ke depan.
"Apalagi sebentar lagi juga akan beroperasi Rumah Sakit Surabaya Timur, dan di tahun 2025 akan beroperasi Rumah Sakit Surabaya Selatan. Itu kan merupakan kabar yang baik bagi warga masyarakat di kawasan itu," sebutnya.
Sementara untuk di provinsi Jawa Timur, Awi mengungkapkan, jika Risma-Gus Hans terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Jatim, maka SMA/SMK Negeri di Jatim akan digratiskan dan dibiayai dari APBD Jawa Timur. "Pendidikan gratis itu kan berarti tidak boleh ada pemungutan biaya seperser pun," ungkapnya.
Ketika ditanya terkait kotak kosong yang akan melawan pasangan ErJi, Awi menegaskan jika PDI Perjuangan akan meyakinkan masyarakat untuk datang ke TPS dan memilih ErJi. Selain itu, pihaknya juga akan menyerap seluruh aspirasi dari masyarakat.
"Karena suara rakyat itu benar-benar menentukan pemimpin Surabaya di 5 tahun ke depan. Kalau kita lakukan secara optimal, kita optimis kotak kosong tidak akan dipilih masyarakt dan masyarakat akan memilih paslon ErJi," tegasnya.
Untuk itu, pada 27 November mendatang, ia mengingatkan masyarakat agar datang ke TPS dan menggunakan hak suaranya. "Jangan sampai kemudian warga tidak memanfaatkan atau menggunakan haknya di Pilkada serentak ini," tukasnya. (*)
Reporter: Amanah | Editor : Lutfiyu Handi