
MALANG (Lenteratoday) - Sebanyak 73 pedagang Pasar Baru Barat Comboran yang terdampak musibah kebakaran dua minggu lalu, hari ini siap direlokasi ke tempat baru. Kendati demikian, saat ini para pedagang masih menunggu fasilitas penerangan di area baru.
Para pedagang berharap Pemkot Malang, khususnya Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, segera memenuhi janji untuk menyediakan penerangan yang layak sebelum mereka mulai berjualan.
"Kegiatan hari ini persiapan relokasi, doa bersama dulu sebelum kita tempati. Nanti setelah pukul 9 selesai, kemudian siang nanti kita undi tempatnya. Tapi nunggu penerangan yang belum siap karena informasinya penerangan disiapkan oleh Diskopindag," ujar Ketua Paguyuban Pasar Comboran, Mochammad Samidi, Jumat (27/9/2024).
Samidi menegaskan, tasyakuran yang dilakukan ini merupakan bentuk komitmen pedagang dalam mengikuti arahan pemerintah. Namun, ia juga mengingatkan pemerintah untuk tidak mengabaikan tanggung jawab mereka dalam menyiapkan fasilitas dasar seperti penerangan.
Selama penerangan belum tersedia, para pedagang sepakat untuk tetap berdagang di depan pasar sementara waktu. Keputusan ini diambil untuk menghindari ketidaknyamanan saat berdagang di area yang belum sepenuhnya siap.
"Gak mungkin kita jualan dalam kondisi gelap-gelapan. Sambil nunggu, pedagang sepakat selama penerangan belum ada kita jalan di depan. Sesuai janji Pak Kadiskopindag, bahwa untuk relokasi, pemerintah akan melakukan sebaik-baiknya dan memberikan kenyamanan, kebersihan dan penerangan," paparnya.
Menurut Samidi, saat ini, seluruh pedagang telah siap dipindahkan ke lantai dua pasar tersebut, dengan mencakup tiga blok hingga blok belakang yang tidak terkena dampak kebakaran.
Namun, tantangan bagi para pedagang tidak hanya soal penerangan. Pasar Baru Barat Comboran juga terkena dampak banjir akibat hujan deras selama tiga hari terakhir. Samidi menjelaskan, lantai bawah pasar digenangi air bahkan hingga menyerupai sawah.
Samidi menambahkan, sebelumnya pasar ini tidak pernah mengalami banjir, kecuali jika ada saluran yang tersumbat. Namun, setelah musibah kebakaran, kondisi pasar memburuk akibat banjir.
"Harapannya pemerintah juga menangani itu. Kalau diperlukan di atas itu ditutup dulu atau gimana. Atau air diarahkan ke saluran yang posisinya gak di dalam pasar. Karena di bawah yang bagian belakang ini sudah becek sekali," tukasnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi