04 April 2025

Get In Touch

Pemkot Blitar Siapkan Konsep Kembangkan Pariwisata dan Ekraf Daerah dengan Anggaran Rp 60 Miliar

Desain Cagar Budaya Museum PETA Blitar di Jalan Sudanco Supriadi, Kota Blitar.(foto:ist/dok)
Desain Cagar Budaya Museum PETA Blitar di Jalan Sudanco Supriadi, Kota Blitar.(foto:ist/dok)

BLITAR (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar telah menyiapkan konsep, untuk mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) daerah dengan usulan anggaran Rp 60 miliar. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dosbudpar) Kota Blitar, Edi Wasono menyampaikan kalau terkait pengembangan pariwisata dan ekraf daerah, kedepannya Pemkot Blitar telah menyiapkan beberapa konsep.

"Saat ini ada empat konsep yang sudah dikaji, bahkan ada yang sudah disusun masterplan dan Detail Enginering Design (DED) nya," kata Edi, Rabu(2/10/2024).

Empat konsep tersebut jelas Edi yaitu pembangunan Cagar Budaya Museum Pembela Tanah Air (PETA), Balio Blitar seperti Kawasan Wisata Malioboro Yogyakarta, Diorama Istana Gebang dan Kampung Wonomadyo Sumber Mbah Bawuk.

Adapun pembangunan Cagar Budaya Museum PETA sudah masuk tahap usulan anggaran ke pusat, menggunakan APBN sebesar sekitar Rp 25 miliar.

"Sambil menunggu turunnya anggaran untuk Cagar Budaya Museum PETA, tahap pertama sudah dimulai pembangunan Taman Plaza yang ada di sekitar Monumen PETA Blitar," ujarnya.

Kemudian Balio Blitar seperti Kawasan Wisata Malioboro Yogyakarta, rencananya dibangun pada 2024 ini atau awal 2025 di sepanjang Jalan Mastri hingga Jalan TGP, Kota Blitar.

"Nanti akan dilebarkan trotoarnya, agar kegiatan ekokraf seperti kesenian, kuliner dan produk unggulan khas Blitar bisa tampil disana dan menjadi daya tarik wisatawan," jelas Edi.

Konsep selanjutnya, pembangunan Diorama Istana Gebang yakni rumah yang pernah ditempati Proklamator juga Presiden Pertama RI, Bung Karno di Jalan Sultan Agung, Kota Blitar.

Dengan dibangunnya diorama Istana Gebang yang mengisahkan perjuangan melawan penjajah, hingga kemerdekaan. Semakin melengkapi daya tarik wisatawan, untuk datang ke Istana Gebang.

"Terakhir, konsep Kampung Wonomadyo yaitu pengembangan sumber mata air Mbah Bawuk yang ada di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar," ungkapnya.

Akan dilakukan revitalisasi, agar sumber atau sendang Mbah Bawuk bisa menjadi destinasi wisata sekaligus melestarikan sumber mata air.

Ditambahkan Edi, kalau dari 4 konsep ini sudah diajukan usulan anggarannya ke pusat dengan nilai total sekitar Rp 60 miliar.

"Untuk cagar budaya Museum PETA, Diorama Istana Gebang dan Balio Blitar. Sedangkan yang sudah mendapat respon terkait Museum PETA, semoga bisa segera turun dan terealisasi," pungkasnya.(*)

Reporter: Arief Sukaputra

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.