Anak Disabilitas Korban Kekerasan Orangtua, Anggota DPRD Surabaya Desak Pemkot Serius Mengatasinya

SURABAYA (Lenteratoday) - Adanya kasus orang tua menganiaya anak kembali terjadi di Surabaya, nasib malang dialami, JD bocah berusia 11 tahun yang dianiaya ayah kandungnya karena kerap tantrum.
Mirisnya, bocah disabilitas itu sudah delapan tahun menerima kekerasan dari ayahnya. Dimana DN telah melakukan kekerasan kepada JD, sejak berusia tiga tahun.
Menanggapi hal itu, anggota DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo mengatakan, munculnya kembali kasus kekerasan pada anak terutama disabilitas menunjukkan adanya tantangan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk segera diatasi.
“Kasus kekerasan terhadap anak terutama disabilitas di Surabaya, menunjukkan adanya tantangan yang perlu segera diatasi oleh pemerintah kota,” kata Cahyo, Sabtu(5/10/2024).
Pihaknya menilai jika masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dituntaskan, oleh Pemkot Surabaya terkait perlindungan anak.
“Pemkot harus melakukan peningkatan pengawasan dan penegakan hukum. Kemudian, ada edukasi dan kesadaran masyarakat, khususnya terkait dengan anak disabilitas,” tutur Ketua Fraksi PKS ini.
Lebih lanjut, DPRD Surabaya memberikan usulan kepada Pemkot agar membentuk pelatihan dan dukungan bagi orangtua anak disabilitas, untuk dapat memahami kebutuhan yang tepat untuk buah hati. Namun, hal itu harus juga sejalan dengan pemenuhan fasilitas untuk anak disabilitas.
“Lalu juga bisa membentuk pelatihan guru dan tenaga pengasuh, khususnya untuk anak disabilitas. Pemkot Surabaya bisa berkolaborasi dengan lembaga sosial dan swasta,” ungkapnya.
Dengan hal tersebut, Cahyo berharap predikat Surabaya Kota Layak Anak benar-benar diterapkan di Kota Pahlawan.
“Dengan menekankan aspek pencegahan, penanganan yang cepat, serta dukungan untuk keluarga dan tenaga profesional. Diharapkan kota Surabaya dapat benar-benar menjadi kota layak anak, terutama bagi anak-anak disabilitas yang rentan,” tukasnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais