
SURABAYA (Lenteratoday) – Calon Gubernur (cagub) Jawa Timur nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan, yang inklusif bagi pemuda di Jawa Timur. Salah satu langkah strategis yang ia tawarkan adalah mempermudah akses modal, bagi wirausahawan muda melalui berbagai kebijakan inovatif.
Politisi PKB tersebut menjelaskan program permodalan yang diusulkannya tidak hanya mencakup pembebasan syarat agunan, tetapi juga memberikan bunga pinjaman yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Di samping itu, ia menekankan pentingnya pendampingan dan inkubasi bisnis, bagi para pengusaha muda yang baru merintis usahanya.
“Kami ingin menciptakan ekosistem wirausaha yang lebih inklusif, di mana anak muda yang memiliki semangat berinovasi tidak terkendala oleh syarat pinjaman yang memberatkan. Bunga pinjaman akan ditanggung pemerintah, dan tidak perlu ada agunan. Dengan begitu, mereka bisa fokus pada pengembangan usaha,” jelas Luluk.
Program ini, menurut Luluk adalah respons terhadap realitas yang dihadapi banyak pemuda di Jawa Timur. Mereka seringkali mengalami kesulitan dalam mengakses pinjaman dari perbankan, karena dianggap belum layak secara ekonomi. Terlebih lagi, banyak dari mereka belum memiliki agunan atau pengalaman usaha yang cukup untuk memenuhi syarat pinjaman konvensional.
“Perbankan sering memandang anak-anak muda sebagai kelompok yang belum layak mendapatkan pinjaman, hanya karena mereka belum punya pekerjaan tetap atau agunan. Padahal, mereka justru butuh modal untuk memulai langkah pertama dalam dunia usaha,” terangnya.
Luluk menganggap hal tersebut sebagai hambatan yang tidak relevan dan merugikan, bagi generasi muda yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap ekonomi daerah.
"Ini adalah saatnya kita mengubah cara pandang terhadap anak-anak muda, mereka punya kreativitas dan energi yang besar tetapi tanpa modal awal inovasi mereka tidak bisa berkembang," paparnya.
Lebih jauh Luluk menekankan bahwa kebijakan politik anggaran yang fokus pada pemberdayaan pemuda bukan hanya soal permodalan, tetapi juga tentang menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha baru. Menurutnya dukungan pemerintah yang menyeluruh dari pembiayaan hingga pendampingan kewirausahaan akan menjadi kunci kesuksesan program ini.
“Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga menyediakan inkubasi bisnis dan pendampingan yang berkelanjutan. Hal ini untuk memastikan para wirausahawan muda mampu menjalankan dan mengembangkan usahanya dengan benar, mereka perlu mendapatkan bimbingan yang memadai, sehingga bisnis mereka bisa bertahan dan berkembang,” pungkasnya.
Reporter: Pradhita/Editor: Ais