04 April 2025

Get In Touch

Ditunjuk Jadi Ketua BK DPRD Surabaya, Imam Syafi'i Ingatkan Kode Etik dan Integritas

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi'i.(Amanah/Lenteratoday)
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi'i.(Amanah/Lenteratoday)

SURABAYA (Lenteratoday )- Kader Partai NasDem, Imam Syafi'i ditunjuk sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Surabaya.

Usai penunjukkan dirinya sebagai Ketua BK, Imam mengungkapkan bahwa tugas utamanya adalah menjaga martabat dan menegakkan kode etik, moral, dan peraturan tata tertib (tatib) anggota dewan. 

Menurutnya, kode etik, moral, dan peraturan tatib bukan hanya sekadar aturan tertulis. Melainkan pilar penting yang menentukan eksistensi dan wibawa, lembaga DPRD di mata masyarakat.

“Selama ini kan banyak opini dan persepsi negatif terhadap dewan, padahal banyak juga anggota dewan yang baik,” kata Imam, Jumat(18/10/2024).

Anggota komisi D ini menyebut tanpa kode etik, anggota DPRD hanyalah sekelompok orang tanpa arah yang jelas.

“Kalau tidak punya kode etik, itu bukan anggota dewan itu gerombolan,” sebutnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti adanya ketidakcocokan antara daftar hadir dan tanda tangan saat rapat paripurna berlangsung. Dalam hal ini kehadiran anggota dewan, lebih rendah dari tanda tangan. Dianggap menurunkan martabat dewan, terutama jika dibandingkan dengan eksekutif yang hadir lengkap. 

Kedepan pihaknya akan memperbarui aturan tatib, agar kehadiran dan tanda tangan benar-benar konsisten dan mengakhiri praktik tersebut.

“Yang hadir jauh lebih sedikit dari yang tanda tangan, ini bisa menurunkan martabat,” tegasnya.

Terakhir, Imam mengingatkan kepada seluruh anggota dewan untuk menjaga integritasnya.

“Alhamdulillah sampai kemarin 50 anggota dewan tidak ada persoalan dengan hukum, tidak ada yang dilaporkan melanggar kode etik,” tukasnya.

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.