
SURABAYA (Lenteratoday) – Program Studi S-1 Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Sekolah Indonesia Davao, Filipina. Dalam kegiatan ini, tim Unesa berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir komputasional (computational thinking) bagi guru sekolah Indonesia.
Tim PKM yang terdiri dari Bambang Sujatmiko, dan Ramadhan Cakra Wibawa ini membekali para guru dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.
Bambang Sujatmiko menjelaskan, berpikir komputasional merupakan kemampuan memecahkan masalah, merancang sistem, dan berpikir secara logis yang sangat penting dalam menghadapi tantangan di era digital.
"Pelatihan ini berlangsung sejak Juli. Dalam pelatihan ini, para peserta diajak untuk mempelajari konsep-konsep dasar berpikir komputasional, seperti algoritma, dekomposisi, pengenalan pola, dan abstraksi," jelas Bambang, Rabu(23/10/2024).
Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung penerapan berpikir komputasional dalam pembelajaran di kelas.
"Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, para guru dapat mengintegrasikan berpikir komputasional ke dalam pembelajaran mereka sehari-hari. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif," harapnya.
Diketahui, kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi ini, Unesa tidak hanya memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, tetapi juga memperkuat hubungan kerja sama dengan lembaga pendidikan di luar negeri.
Reporter: Amanah/ADV