03 April 2025

Get In Touch

Muncul Usulan Pemberdayaan Orang Miskin jadi Pemasok Program Makan Bergizi Gratis

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko.(foto:ist/CNN Indonesia)
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko.(foto:ist/CNN Indonesia)

JAKARTA (Lenteratoday) - Seiring berjalannya uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG), muncul usulan pemberdayaan orang miskin menjadi pemasok atau supplier bahan baku program tersebut.

Usulan ini disampaikan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko agar orang miskin menjadi pemasok atau supplier bahan-bahan, untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Budiman menjelaskan orang-orang miskin ini diberdayakan, untuk memproduksi bahan-bahan pangan. Lalu hasil produksi itu digunakan, untuk makanan yang dibagikan secara gratis ke anak-anak.

"Saya hanya melibatkan orang miskin, agar terlibat di dalam suplai atas proses makan bergizi gratis itu. Selain juga penerima makan bergizi gratis itu," kata Budiman di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa(22/10/2024).

Budiman mengatakan setidaknya 50 persen pemasok bahan makanan program itu, seharusnya orang miskin. Ia yakin kebijakan itu dapat memutar ekonomi, di kalangan masyarakat miskin.

Untuk mewujudkan itu, ia akan berupaya menyediakan pendanaan, dengan mengontak sejumlah pihak untuk menyediakan permodalan.

"Tentu saja kita sediakan akses, aset, dan dapat KUR dipermudah. Saya akan bicara dengan perbankan, juga kepada Permodalan Nasional Madani," ujar Budiman.

Sebelumnya, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menawarkan Program Makan Bergizi Gratis sejak kampanye. Mereka yakin pasokan makanan gratis diperlukan, agar anak-anak dapat bertumbuh kembang dengan baik.

Prabowo menargetkan 82,9 juta orang anak menjadi penerima MBG. Total anggaran yang diperlukan per tahun mencapai Rp400 triliun.

Untuk gelombang pertama, 3 juta anak akan menjadi penerima makan bergizi gratis pada awal 2025. Jumlah akan bertambah dua kali lipat pada April 2025. Lalu akan bertambah lagi menjadi 15 juta anak di Juli 2025.

Sumber: CNN Indonesia/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.