04 April 2025

Get In Touch

Program Makan Bergizi Bakal Masuk Prioritas, Ketua DPRD Kota Malang Tekankan Pentingnya Evaluasi Efektivitas

Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan. (dok. Prokopim Kota Malang)
Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan. (dok. Prokopim Kota Malang)

MALANG (Lenteratoday) - Program makan bergizi yang digagas oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, akan menjadi salah satu prioritas di Kota Malang. Namun, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menekankan pentingnya evaluasi yang matang untuk memastikan efektivitas program.

"Karena kita paham bahwa kontribusi Kota Malang dalam pelaksanaan program nasional termasuk peningkatan gizi, pertumbuhan ekonomi, keterbukaan lapangan kerja, dan teknologi, sudah menjadi bagian dari rancangan RKPD sesuai RPD 2024-2026," ujar Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, Selasa (29/10/2024).

Lebih lanjut, Iwan menyebutkan Pemkot Malang telah melakukan uji coba dalam pelaksanaan program ini sebagai dasar pengalokasian anggaran. Kendati demikian, menurutnya besaran anggaran yang diperlukan masih dalam tahap diskusi dengan DPRD Kota Malang.

"Kebutuhan anggaran masih kita diskusikan. Setelah ada pembahasan dengan DPRD, akan segera kami sampaikan ke publik," kata Iwan.

Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, memberikan catatan penting terkait program makan bergizi ini.

Menurutnya, meski program tersebut disepakati sebagai prioritas, pelaksanaannya perlu dievaluasi secara matang untuk memastikan efektivitas dan ketepatan sasaran.

Perempuan yang akrab dengan sapaan Mia, ini menegaskan pihaknya akan meminta penjelasan detail terkait mekanisme dan alokasi anggaran dari pemerintah pusat. Pasalnya hingga saat ini, menurut Mia, belum ada petunjuk teknis atau mekanisme pelaksanaan yang jelas dari pusat.

"Belum (penjelasan dari pusat terkait anggaran dan mekanismenya). Pastinya itu kan akan turun ke daerah," terangnya.

Dari sudut pandangnya, Mia menilai bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketepatan sasaran dan pengelolaan anggaran daerah yang efektif. Ia berharap agar Pemkot Malang dapat menyiapkan strategi pelaksanaan yang matang dan mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.

"Asalkan sasaran dan kebijakan dilakukan dengan baik, sesuai, ya saya pikir harus disesuaikan dengan anggaran daerah. Saya belum bisa bicara banyak yang jelas nanti saya akan menanyakan soal teknisnya seperti apa," paparnya.

Meskipun menghendaki program makan bergizi ini memiliki kaitan erat dengan pendidikan, mengingat kesehatan gizi anak-anak dapat mempengaruhi kualitas pendidikan mereka. Namun, Mia kembali menegaskan pentingnya melakukan strategi yang tepat dan terukur dalam pelaksanaan program tersebut.

"Makanya nanti kami lihat dulu selama satu tahun ke depan bagaimana evaluasinya. Karena itu berkaitan dengan gizi, jadi saya berharap harus ada efeknya," tukasnya. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.