
BLITAR (Lenteratoday) - Mantan Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar bebas setelah menjalani vonis hukuman 2 tahun penjara, kepulangannya disambut ratusan warga Kota Blitar di rumahnya Jalan Kelud, Kota Blitar, Selasa(29/10/2024).
Bebasnya Samanhudi Anwar yang pernah menjabat Wali Kota Blitar dua periode 2010-2015 dan 2015-2020 ini, diketahui dari persiapan penyambutan di rumahnya di Jalan Kelud, Kota Blitar pada, Selasa(29/10/2024) siang.
Tampak puluhan orang baik dari pihak keluarga, simpatisan dan warga menyiapkan acara sederhana semacam tasyakuran atas kepulangan Samanhudi.
Kabar kepulangan Samanhudi menjadi perhatian warga, karena selama menjabat Wali Kota Blitar dikenal dekat dan selalu memperhatikan warganya dengan Program APBD Pro Rakyat.
Mulai dari sekolah gratis, sepeda gratis, tablet gratis, seragam sekolah gratis, uang saku, beras janda miskin dan beberapa program bantuan lainnya yang langsung dirasakan masyarakat.
Hingga sosok Samanhudi mendapat julukan 'Robin Hood' Blitar, karena banyak programnya membantu warga miskin di Kota Blitar.
Samanhudi tiba di rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB, begitu turun dari mobil yang menjemputnya dari Lapas Medaeng, Sidoarjo langsung disambut ratusan warga yang sudah menunggunya sejak sore.
Mereka berebut bersalaman, memberikan ucapan dan doa. Bahkan banyak yang berebut meminta swafoto dengan pria yang juga politisi PDIP dan pernah menjabat Ketua DPRD Kota Blitar tersebut.
Selama aktif berpolitik, Samanhudi juga membuat ormas Kawula Alit yang memiliki anggota puluhan ribu dan dikenal sebagai organisasi sayap PDIP di wilayah Mataraman diantaranya di Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Kediri.
Seperti diketahui, Samanhudi bebas setelah divonis hakim PN Surabaya hukuman penjara 2 tahun pada Juli 2023. Karena didakwa terlibat perampokan rumah dinas Wali Kota Blitar, Santoso pada Desember 2022 silam.
Sejak tiba di rumahnya, puluhan tokoh masyarakat, tokoh agama dan politisi dari berbagai partai politik terlihat datang menyambanginya. Termasuk Koordinator Relawan Tandur Gati Blitar, David Khumaini juga tampak hadir bersama beberapa politisi dari Kabupaten Blitar.
Diwawancara disela-sela menemui tamu yang datang silih berganti hingga tengah malam, Samanhudi mengatakan setelah bebas dan pulang kerumah akan istirahat dulu kumpul bersama keluarga besarnya.
"Istirahat dulu, kangen-kangenan dengan keluarga besar. Saudara, anak dan cucu, sambil melihat perkembangan politik di Blitar Raya seperti apa," ujarnya.
Karena menyinggung soal politik, bertepatan kebebasannya pada tahun politik menjelang Pilkada 2024 ini. Ditanya bagaimana dengan arah dukungan politiknya, Samanhudi menegaskan akan segera menentukannya seminggu kedepan.
"Secepatnya, seminggu lagi InsyaAllah akan saya tentukan arah dukungan politik Kawula Alit. Setelah dilakukan konsolidasi internal, setelah itu kita putuskan mendukung siapa," tegas Samanhudi yang juga Panglima Kawula Alit ini.
Ditambahkan Samanhudi, siapa pun yang nanti akan didukung Kawula Alit. Dengan syarat komitmen mewujudkan APBD Pro Rakyat, dengan program-program peduli wong cilik atau warga miskin.
"Kawula Alit berjuang bukan untuk Samanhudi, bukan untuk mencari keuntungan kelompok atau golongan. Tapi untuk masyarakat, terutama warga miskin yang harus dibantu dengan program yang riil dan bisa dirasakan manfaatnya. Bukan program janji yang tidak ada realisasinya, apalagi sampai membohongi masyarakat," imbuhnya.
Reporter: Arief Sukaputra/Editor: Ais