06 April 2025

Get In Touch

Hasil Survei LSI Elektabilitas Khofifah-Emil Paling Unggul

Khofifah-Emil bersama Ketua dan jajaran Brigade Bunda Jatim. di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Kamis (24/10/2024) sore.
Khofifah-Emil bersama Ketua dan jajaran Brigade Bunda Jatim. di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Kamis (24/10/2024) sore.

SURABAYA (Leneratoday) - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor 2, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak menduduki posisi paling unggul berdasarkan survey terbaru Lembaga Survey Indonesia (LSI) Denny JA. Elektabilitas Khofifah-Emil mencapai 65,8%.

Berdasarkan hasil survei itu, pasangan petahana ini meninggalkan jauh pasangan lainnya. Di mana, pasangan Risma-Gus Hans 24,5%, kemudian pasangan Luluk-Lukmanul hanya 1%. Dari hasil survei tersebut, yang belum menentukan pilihan ada 8,7%.

Direktur LSKP-LSI Denny JA Sunarto Ciptoharjono menyebut keunggulan elektoral Khofifah-Emil atas Risma-Gus Hans dan Luman sangat jauh. Diketahui, Lembaga LSI Denny JA merilis hasil survei Pilkada Jatim 2024. Survei dilakukan periode 16 hingga 22 Oktober. Jumlah responden sebanyak 800 orang.

"Di Jawa Timur lebih heboh lagi, angkanya (keunggulan Khofifah-Emil) fantastis. Pasangan Khofifah-Emil unggul di angka 65,8 persen, sedangkan runner up Risma-Gus Hans di angka 24,5 persen. Sedangkan paslon yang didukung PKB, Luluk-Lukman 1 persen," kata Sunarto.

Sunarto menyampaikan keunggulan Khofifah-Emil dikarenakan beberapa faktor. Pertama yakni tingkat kepuasan Khofifah sebagai petahana mencapai 88,1 persen.

"Kepuasan masyarakat ke Khofifah sebagai petahana sangat tinggi. Approval rating Khofifah di angka 88,1 persen di Jatim. Sementara approval rating Emil di angka 77,3 persen, artinya masyarakat sama-sama puas keduanya," jelasnya.

"Approval rating untuk petahana harus di atas 50 persen batas ambangnya. Kalau di angka 88 persen itu sukses hampir setara dengan Jokowi di level nasional," tambahnya.

Ia menambahkan, popularitas Khofifah mencapai 98 persen yang jauh lebih tinggi dibanding Risma di angka 73,5 persen. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah besar.

"Ini juga pekerjaan rumah bagi Tri Rismaharini. Pemilih PDIP selaku partai pendukungnya justru lebih banyak memilih Khofifah," ucapnya.

Dia menyatakan popularitas Khofifah mencapai 98 persen sangat tinggi.

"Khofifah nama legendaris, lekat dengan NU. Khofifah jauh dikenal daripada Risma walaupun di tingkat nasional Risma pernah jadi menteri, tapi di tingkat lokal jauh lebih populer Khofifah daripada Risma," lanjutnya.

Kemudian, dari 14 dapil di Jatim, Khofifah unggul di 12 dapil dan hanya kalah di dapil I Surabaya dan dapil II Sidoarjo.

"Khofifah sebagai Ketua PP Muslimat NU memainkan peran penting dalam mendulang suara dari kalangan Nahdliyin," papar Sunarto.

Meski menduduki posisi teratas dalam hal elektabilitas, Khofifah mengaku terbuai ataupun di atas angin. Sebaliknya ia justru terlihat semakin bersemangat keliling ke berapa daerah untuk menyapa masyarakat seperti ke pasar dan tempat tempat lainnya.

Saat ditanya responnya terkait rilis survey LSI, Khofifah menegaskan bahwa pihaknya dan tim tidak akan tetap waspada dan akan terus kerja keras lahir batin. “Kita bekerja keras, sangat keras. Kita sering dari kota lain itu dini hari sampai kota berikutnya menjelang subuh dan jam 6 jalan lagi. Itu sudah biasa kita lakukan dan akan kita lakukan sampai hari terakhir,” tegas Khofifah, Kamis (31/10/2024).

“Termasuk di pasar ini (Wadung Asri), bagi saya ini sangat menambah semangat. Energi dari dukungan dan doa yang disampaikan pada kami sangat berarti untuk menguatkan optimisme kami,” imbuhnya. (*)

Sumber : antara | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.