04 April 2025

Get In Touch

Warga Usulkan Eks Dolly Jadi Sekolah, Anggota DPRD Surabaya: Perlu Evaluasi Menyeluruh

nggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo melakukan kegiatan reses di Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan
nggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo melakukan kegiatan reses di Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan

SURABAYA (Lenteratoday)- Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo melakukan kegiatan reses di Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan.

Dalam kegiatan itu, Cahyo mendapat keluhan warga agar ada pembangunan sekolah di wilayah eks lokalisasi Dolly. Hal ini dikarenakan warga Sawahan sering kesulitan mendaftarkan anaknya sekolah, karena adanya sistem zonasi pendidikan.

Cahyo pun memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak sebagai investasi masa depan bangsa dan Kota Surabaya. 

"Ini menunjukkan kepedulian tinggi warga terhadap pendidikan yang akan menentukan masa depan bangsa dan Surabaya," ucap Ketua Fraksi PKS ini, Jumat (1/11/2024).

Cahyo menyebut, jika wilayah Kecamatan Sawahan yang meliputi Kelurahan Banyu Urip, Putat, dan Pakis mengalami lonjakan jumlah penduduk yang membuat fasilitas pendidikan semakin terbatas.

Menanggapi aspirasi ini, Cahyo mengungkapkan bahwa Pemkot Surabaya telah melakukan kajian mengenai pembangunan sekolah baru di kota Pahlawan.

Ia pun berharap Sawahan masuk dalam skala prioritas. Untuk pembangunan SMA, Cahyo berkomitmen meneruskan aspirasi ini ke Pemprov Jawa Timur melalui dewan provinsi, agar bisa segera terealisasi.

"Semoga kajian dari pemerintah kota Surabaya itu mencakup sekolah negeri yang diadakan di sekitar atau di dalam Kecamatan Sawahan terutama SMP Negeri yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Surabaya. Ke depan diharapkan akses pendidikan semakin mudah untuk warga," harapnya.

Selain isu zonasi, warga juga mengeluhkan implementasi kurikulum merdeka yang dinilai lebih menuntut keterlibatan orang tua daripada berdampak langsung pada siswa.

Cahyo menilai pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pendidikan, termasuk zonasi dan kurikulum merdeka, agar benar-benar memajukan mutu pendidikan.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.