
SURABAYA (Lenteratoday) - Deklarator Banteng Ketaton Jawa Timur, Saridin Widodo menilai bergabungnya belasan partai politik (Parpol) dalam mengusung calon tunggal Eri Cahyadi-Armuji dalam Pemilihan Wali Kota Surabaya 2024 justru bisa jadi bumerang karena bisa melemahkan kekuatan politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Surabaya.
Pria yang akrab disapa Romo Saridin ini menuturkan jika PDIP merupakan partai besar dengan kekuatan akar rumput yang solid.
Termasuk barisan Banteng Ketaton yang sejak tahun 2020 lalu, menjadi kekuatan loyalis PDIP dengan pergerakan 'gorong-gorong', untuk mengusung calon dari partai sendiri.
"Sepertinya Eri Cahyadi-Armuji tidak percaya diri, sehingga fenomena dukungan belasan parpol ini bisa menjadi bumerang nantinya," tuturnya, Senin (4/11/2024).
Romo Saridin mengatakan, saat ini masyarakat Surabaya sudah cerdas secara politik dalam melihat sosok pemimpin.
Kontestasi memunculkan calon tunggal melawan kotak kosong, dinilai tidak lagi menjadi tren dalam memenangkan strategi politik.
Bahkan ia menyebut, spekulasi kemenangan kotak kosong bisa saja terjadi. "Jika kemenangan Eri-Armuji terjadi, sebaliknya maka kemenangan bukanlah hasil dari perjuangan partai. Kalau sudah begitu, Eri-Armuji tidak lagi mengemban marwah partai. Malah terkesan memetingkan shyahwat kekuasaan belaka," sebutnya.
Ia menjelaskan, selama ini, kader-kader terbaik partai berlambang kepala banteng moncong putih Surabaya telah membawa Surabaya dengan identitas kepemimpinan yang mengakar.
Misalnya saja, Era Bambang Dwi Hartono (Bambang DH) dengan kebijakan pendidikan gratis mulai Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Lalu diteruskan oleh Tri Rismaharini dengan gaya keibuan yang sukses dalam menata kota hingga mendapat pengakuan Internasional.
Meski hanya sebentar, era Whisnu Sakti Buana (almarhum), juga menjadikan Surabaya beridentitas dengan budaya dan pelestarian sejarah.
"PDIP berani mengusung dan memenangkan calon sendiri. Sedangkan kepemimpinan Eri-Armuji belum terlihat dan dirasakan manfaatnya bagi warga Surabaya," tukasnya.
Seperti diketahui, dalam Pilkada Surabaya 2024, petahana calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya Eri Cahyadi-Armuji mendapat dukungan dari 18 Parpol di Surabaya. Bahkan petahana tersebut dipastikan akan melawan kotak kosong karena tidak ada calon lain yang mendaftar. (*)
Reporter: Amanah | Editor: Lutfiyu Handi