04 April 2025

Get In Touch

Menteri Pertanian Janji Mundur Jika Gagal Berantas Mafia Impor Pangan

Mentan, Andi Amran Sulaiman (kanan) mendampingi Presiden, Prabowo Subianto (kiri) meninjau salah satu lahan.(foto:ist/RRI, Humas Kementan)
Mentan, Andi Amran Sulaiman (kanan) mendampingi Presiden, Prabowo Subianto (kiri) meninjau salah satu lahan.(foto:ist/RRI, Humas Kementan)

JAKARTA (Lenteratoday) - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman berjanji akan mundur dari jabatannya, jika gagal memberantas mafia impor pangan di kementerian yang dipimpinnya.

“Mafia impor insya Allah kalau kami temukan, kami bereskan. Kalau aku tidak bisa bereskan, aku mundur,” ujar Amran dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, di Jakarta, Selasa(5/11/2024).

Amran mengatakan bahwa selama dia menjabat sebagai Menteri Pertanian sejak Oktober 2023, dirinya telah mencopot setidaknya empat pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) dengan dua di antaranya menjabat direktur.

Dia menyebut tiga anak buahnya pada jabatan eselon II dan III, terbukti menerima uang pemulus atau fee proyek pengadaan dari beberapa perusahaan senilai kurang lebih Rp 10 miliar.

Dia kembali mencopot satu pejabat eselon II atau sekelas direktur di Kementan, karena didapati menerima fee proyek sebesar Rp 700 juta.

Mentan Amran sebelumnya menyatakan bahwa tindakan tegas tersebut dilakukan, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan tiga pesan khusus kepada dirinya. Yakni pencegahan tindak pidana korupsi, efisiensi anggaran, serta swasembada pangan dalam kurun waktu 3-4 tahun.

Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI tersebut, Amran juga memaparkan sejumlah rencana program yang akan dilaksanakan Kementan pada 2025.

Pada 2025, Kementan mendapat anggaran Rp 29,37 triliun, termasuk tambahan anggaran sebesar Rp 21,47 triliun.

Amran menyebut anggaran tersebut akan dialokasikan untuk program quick win cetak sawah 150 ribu hektare, intensifikasi 80 ribu hektare, dan optimasi lahan (oplah) 350 ribu hektare sebesar Rp 15 triliun.

Sementara, program non quick win yang akan dilakukan terdiri dari peningkatan produksi tanaman pangan padi dan jagung sebesar Rp 4,33 triliun, dan peningkatan produksi daging sapi/kerbau dan susu sebesar Rp 2,14 triliun.

Sumber: Antara/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.