05 April 2025

Get In Touch

Pesawat Qantas Mendarat Darurat, Gegara Mesin Rusak

Pesawat Qantas putar balik ke bandara usai take-off gegara mesin rusak (AFP)
Pesawat Qantas putar balik ke bandara usai take-off gegara mesin rusak (AFP)

SURABAYA (Lenteratoday) -Pesawat penumpang Qantas Airways tujuan Brisbane mengalami kerusakan mesin setelah lepas landas sehingga harus kembali mendarat secara darurat di Bandara Sydney, Australia, pada Jumat (8/11/2024).

Berdasarkan data pelacakan Flightradar24, penerbangan Qantas QF520 itu lepas landas dari Sydney pukul 12:35 siang waktu setempat (9:35 WIB), kemudian berputar-putar beberapa kali sebelum dialihkan untuk mendarat di Bandara Sydney.

Para penumpang dilaporkan sempat mendengar ledakan keras dari salah satu mesin pesawat.

Seorang jurnalis lembaga penyiaran nasional ABC, Mark Willacy, yang berada dalam pesawat itu juga mengatakan ada "getaran keras" di pesawat setelah suara keras tersebut.

"Jelas terlihat ada sesuatu yang terjadi pada salah satu mesin, kemudian pesawat tampak kesulitan untuk lepas landas atau mencapai ketinggian tertentu," kata Mark.

Qantas menyampaikan, para teknisinya telah melakukan pemeriksaan awal pada mesin dan mengonfirmasi bahwa kegagalan mesin itu terkendali. Ini mengindikasikan komponen internal mesin masih berada dalam wadah pelindung yang dirancang untuk menjaganya tetap tertutup dengan aman.

Apabila kegagalan mesin tidak terkendali, serpihan mesin dapat beterbangan keluar dari wadah tersebut dan mengakibatkan kerusakan serius pada badan utama pesawat.

Maskapai penerbangan Australia itu juga menambahkan bahwa pesawat mendarat dengan selamat setelah prosedur yang tepat dilakukan dan pihaknya akan menyelidiki penyebab masalah mesin lebih lanjut.

Dalam pernyataan dari pihak Bandara Sydney, keberangkatan pesawat tersebut diketahui bertepatan dengan terjadinya kebakaran rumput di sepanjang landasan paralel Bandara Sydney. Namun, kebakaran telah berhasil dikendalikan oleh tim dari dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan penerbangan.

"Belum jelas pada tahap ini apakah kedua insiden itu terkait dan penyelidikan masih terus dilakukan," ujar pihak bandara.

Berdasarkan informasi situs Flightradar24, pesawat Qantas tersebut berjenis Boeing 737-800 dan berusia 19 tahun. Model itu didukung oleh mesin dari CFM International, perusahaan patungan antara GE Aerospace dan Safran dari Prancis.

Pesawat penumpang bermesin ganda jenis ini pun dirancang untuk dapat diterbangkan dengan satu mesin dalam keadaan darurat.

"Kami memahami ini akan menjadi pengalaman yang menyedihkan bagi pelanggan dan kami akan menghubungi semua pelanggan sore ini untuk memberikan dukungan," kata Kepala Pilot Qantas, Kapten Richard Tobiano, dikutip CNN.

Saat ini, Bandara Sydney menyatakan bahwa landasan pacu utamanya tetap beroperasi meski penumpang harus mengalami beberapa penundaan.

Lebih lanjut, Australian Border Force melaporkan bahwa terdapat gangguan teknis yang juga sempat melumpuhkan semua bandara utama Australia pada Jumat (8/11) pagi.

Gangguan ini mengakibatkan antrian panjang di terminal internasional lantaran kios otomatis untuk pengenalan identitas dan wajah terganggu. Namun, masalah tersebut telah teratasi pada siang harinya (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.