
SURABAYA (Lenteratoday)- Universitas Ciputra (UC) Surabaya membuka kegiatan UC sportpreneur yang dilaksanakan di Ruang Tech Space lantai 7 UC Main Building.
Program Sportpreneur bertujuan untuk mempersiapkan para atlet memasuki masa pensiunnya.
Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil, mengatakan, perjuangan para atlet harus diapresiasi bukan hanya dengan memberikan hadiah namun juga dengan mempersiapkan masa pensiunnya.
Ia menjelaskan, masa pensiun atlet pada kisaran usia yang masih tergolong usia produktif yaitu 28-35 tahun. Di usia itu atlet sudah tidak bisa berkarya sebagai atlet lagi, sehingga penting untuk mempersiapkan atlet dengan pembekalan entrepreneurship sehingga mereka bisa tetap hidup layak.
“Pengorbanan atlet sangat besar, mereka rela berlatih keras dan menginggalkan masa remaja dan masa muda untuk terus fokus berlatih. Nah, saat pensiun nanti jangan sampai atlet ini bingung mau ngerjain apa. Mereka harus mampu mengolah dana yang mereka peroleh saat menjadi atlet menjadi modal usaha untuk kehidupan selanjutnya. KONI Jatim sejak tahun 2021 menggandengan Universitas Ciputra untuk membekali atlet melalui program UC Sportprenur,” jelasnya, Rabu (13/11/2024).
Wakil Rektor 1 UC Prof. Dr. Ch. Whidya Utami, M.M., CLC., CPM.(A), CRME., menuturkan, pihaknya telah menyiapkan kurikulum Sportpreneur dengan seksama sehingga mudah dipahami para atlet.
"Kami juga siapkan mentor dalam proses pelatihannya untuk mendampingi secara langsung. Para peserta juga kami ajak berkunjung dan belajar langsung pada pelaku bisnis yang sesuai dengan pilihannya, misalnya yang membangun bisnis F&B, kita ajak ke restauran milik alumni UC. Dengan demikian para peserta bisa merasakan secara langsung greget dalam bisnis ini,” ucap Prof. Utami.
Ia juga menuturkan, nantinya tiap kelompok ada 12-16 kali pertemuan yang ditempuh sekitar 2 bulan.
Pada kelompok 6 ini diikuti oleh kurang lebih 70 peserta, terbagi pada kelas Start Up (bagi yang baru pertama mengikuti program ini) dan juga kelas Skill Up (sudah pernah ikut program ini di batch sebelumnya).
“Pada kelomok 1-5 hanya ada kelas Start Up, sedangkan yang sekarang kami buka kelas Skill Up untuk memfasilitasi peserta yang sudah lulus di batch sebelumnya dan sudah punya usaha untuk meningkatkan performa bisnisnya,” terangnya.
Dengan adanya program ini diharapkan tidak ada lagi atlet yang hidupnya terpuruk secara ekonomi karena ketidakmampuan dalam pengolahan dana.
"Kami berharap para atlet siap memasuki masa pensiun dengan menjalankan bisnis bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar," tukasnya.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH