
LUMAJANG (Lenteratoday) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Khofifah Indar Parawansa memberikan perhatian pada kampung produksi gula merah di desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Khofifah merekomendasikan supaya ada replanting atau penanaman lagi pohon kelapa sebagai sumber bahan utama pembuatan gula.
Hal itu disampaikan Khofifah saat mengunjungi kampung produksi gula merah tersebut, Rabu (13/11/2024). Dalam kunjungan itu, Khofifah melihat langsung proses pembuatan gula merah, mulai dari pemasakan air nira yang diambil dari tangkai bunga pohon kelapa.
Kemudian juga melakukan pencetakan gula setelah hasil masalah air nira matang. Sampai akhirnya, Gubernur Jatim periode 2019-2024 ini melihat hasil proses tersebut berupa gula merah yang sudah tercetak dan siap untuk di pasarkan.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga berdialog dengan para pengrajin gula merah. Mereka menceritakan ada yang sudah menekuni profesi itu puluhan tahun. Bahkan, ada yang sudah berusia 66 tahun masih memanjat pohon kelapa untuk mendapatkan air nira.
Selain itu, Khofifah juga mendapatkan informasi dari mereka jika usia pohon kelapa sudah banyak yang tua sehingga butuh dilakukan replanting supaya produksi air nira tetap banyak. Untuk itu, Khofifah merekomendasikan untuk dilakukan replanting pohon kelapa.
"Rekomendasinya saja, rupanya ada cukup banyak yang harus replanting. Tadi saya minta tolong mereka mengidentifikasi untuk menyiapkan kalau bibit kelapa hibrida insyaAllah sangat mudah," tandas Khofifah.
Dia juga mengatakan bahwa setelah melihat usia pohon kelapa yang ada maka replating itu sudah waktunya. "Memang kalau sudah lebih 15 tahun ada yang 20 tahun harus replanting. Saya rasa hikmah dari saya silaturrahim ini mudah mudahan kita bisa tapi intinya mengikhtiarkan untuk bibit hibrida. Ini tidak susah yang penting tanah itu diizinkan pemiliknya untuk replanting," tandas Khofifah.
Dalam kunjungan dan silaturrahim itu, Khifofah mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat. Mereka berharap Khofifah bisa kembali menjadi Gubernur Jatim untuk periode kedua. (*)
Reporter : Lutfi | Editor : Lutfiyu Handi