04 April 2025

Get In Touch

Dibuka Sambutan Sejuk Ketua KPU, Debat Pamungkas Paslon Pilkada Kabupaten Kediri 2024 Anti-Klimaks

Cabup 02 Hanindhito Himawan Pramana menyalami Cabup 01 Deny Widyanarko usai acara debat publik Pilkada Kabupaten Kediri 2024.
Cabup 02 Hanindhito Himawan Pramana menyalami Cabup 01 Deny Widyanarko usai acara debat publik Pilkada Kabupaten Kediri 2024.

KEDIRI (Lenteratoday) - Debat pamungkas pasangan calon (paslon) Pilkada serentak 2024 Kabupaten Kediri berakhir anti-klimaks, yang digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Kamis(14/11/2024) malam.

Diawali pidato Ketua KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim yang ‘menyejukkan’ paslon Deny Widyanarko-Mudawamah dan Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa saling sindir, tapi tidak sengit.

Berbeda dengan debat pertama, kedua paslon terlibat saling sanggah dengan sengit. Pada sesi saling tanya antar paslon, kedua paslon saling serang dan mempertahankan diri dari tudingan yang ditujukan kepada mereka. Debat kemarin malam mengambil tema “Menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten dan provinsi dengan nasional, dan memperkokoh NKRI dan kebangsaan”.

Suasana ‘sejuk’ disampaikan Nanang Qosim saat pidato pembukaan debat, even ini menjadi media paslon memaparkan visi misi program kerja mereka untuk meyakinkan warga Kabupaten Kediri menjadikan menentukan pilihan pada 27 November 2024 mendatang.

“Kami berharap pada seluruh warga Kabupaten Kediri, wabil khusus pendukung pasangan Calon 01 dan pendukung pasangan Calon 02 yang hadir di tempat ini mari kita bersama-sama menjaga kondisi kita mari kita bersama-sama menjaga sportivitas, persaingan pasti ada dalam kompetisi,” ujar Nanang Qosim mendinginkan suasana debat.

Ditambahkan, semua pihak tetap sama-sama menjunjung sportivitas, saling menghargai karena kita semua adalah bangsa Indonesia karena kita semua adalah anak-anak negeri. 5 Tahun adalah perjalanan proses pemilihan, tapi setelah itu siapa yang terpilih dia yang terbaik dan kita akan menjadi kembali saudara sesama warga Kabupaten Kedir.

“Dan yang terakhir nanti tanggal 27 November 2024 kita akan memilih gubernur wakil gubernur milik Gubernur wakil gubernur memilih bupati wakil bupati Kediri. Mari kita gunakan hak pilih kita, jangan sampai golput jangan sampai menentukan pilihan atau memasrahkan pilihan kita pada orang lain,” ujarnya.

Debat kedua paslon di Pilkada Kabupaten Kediri kali ini menghadirkan lima panelis: Dr. H. Ahmad Subakir, M.Ag, Wakil Rektor I IAIN Kediri
Hari Tri Wasono, CEO, jurnalis, dan konsultan komunikasi publik Dr. Muh Hambali, M.Ag, Kepala Pusat Career Development Center (CDC) dan dosen Ilmu Komunikasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Muthowif, S.H., S.Pd.I., M.H, Dosen dan pengacara dari AH and Partners Dr. Akhirul Aminulloh, S.Sos., M.Si, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang.

Sementara itu dalam debat terakhir, kedua Paslon Cabup-Cawabup saling memaparkan visi misinya masing-masing serta saling melontarkan pertanyaan untuk kemajuan Kabupaten Kediri.

Paslon nomor urut 1 Deni Widyanarko-Mudawamah menyampaikan ucapan terima kasih, kepada Paslon nomor urut 2 serta para pendukungnya yang telah membersamai dalam pesta demokrasi.

"Kita semua masih satu keluarga di Kabupaten Kediri, Bersatu selamanya untuk Kabupaten Kediri lebih baik,” ungkap Deni Widyanarko.

Sedangkan Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa Paslon nomor urut 2 menyampaikan Paslon nomor urut 1 bukan lawan, justru kawan politik dan lawan politik adalah diri kita sendiri.

“Apabila ada program yang kurang maksimal kita perbaiki, kita evaluasi. Yang terpenting hari ini Kabupaten Kediri berhasil menggelar dua debat tanpa terjadi persoalan apapun,“ ujar Mas Dhito.

Mas Dhito tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KPU, TNI, Polri, Kejaksaan, dan semuanya termasuk keluarga dan pendukung pendukungnya yang sudah dianggap sebagai keluarga.

Terakhir Bupati Petahana mengimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten kediri, jika ada politik uang tolong ditangkap.

"Karena saya akan memberikan reward bagi warga yang berhasil menangkap politik uang, dalam proses Pilkada kabupaten kediri 2024 ini,” tutup Mas Dhito.(adv/*)

Reporter: Gatot Sunarko

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.