04 April 2025

Get In Touch

Besok, Debat Publik Ketiga Pilgub Jatim, Ini Tema dan Panelisnya

Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) Divisi Sosdiklih dan Parmas, Nur Salam,
Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) Divisi Sosdiklih dan Parmas, Nur Salam,

SURABAYA (Lenteratoday) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur akan menggelar debat publik ketiga Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim pada Senin (18/11/2024) di Grand City Surabaya. KPU juga telah menyiapkan tema dan panelis khusus daam debat ketiga ini.

Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) Divisi Sosdiklih dan Parmas, Nur Salam, dalam keterangan pada Minggu (17/11/2024) menjelaskan bahwa dalam debat kali ini mengambil tema "Akselerasi Pembangunan Infrastruktur, Interkoneksitas Kewilayahan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup untuk Mewujudkan Jawa Timur sebagai Episentrum Ekonomi Kawasan Timur Indonesia".

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dari tema tersebut ada delapan subtema yang telah disiapkan. Kedelapan sub tema tersebut adalah Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi; Infrastruktur Permukiman, Air Minum Bersih, dan Persampahan; Infrastruktur Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan; Pemerataan Konektivitas Antar Wilayah; Perencanaan Wilayah dan Tata Ruang Terintegrasi; Perubahan Iklim; Pertambangan dan Komitmen Ekologis; dan Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup.

"KPU juga sudah menyiapkan tujuh panelis pada debat ini," kata Nur Salam.

Kejutuh panelis tersebut adalah Prof. Dr. H. Abdul Chalik, M.Ag. ahli politik lokal dan politik islam UIN Sunan Ampel Surabaya; Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono, SH, M.H. ahli hukum tata negara Universitas Jember; Prof. Andi Kurniawan, S. Pi, M.Eng, D. Sc ahli teknologi eksplorasi sumberdaya lingkungan perairan Universitas Brawijaya; Dr. Suko Widodo, Drs, M.Si. ahli media dan informasi publik Universitas Airlangga; Zainul Aripin, M. Pd. praktisi pemberdayaa masyarakat STIKES Bahrul Ulum Tambakberas; Dr. Bambang Sigit Widodo, M.Pd. ahli kebijakan pendidikan Universitas Negeri Surabaya; dan Yuventia Prisca Diyanti Todalani Kalumbang, S.I.Kom, M.Phil. ahli filsafat kritis dan komunikasi publik Universitas Negeri Malang.

"Panelis sudah menandatangani pakta integritas, tentu yang bersangkutan adalah akademisi yang besangkutan dengan orang publik," kata Nur Salam.

Dalam debat publik ketiga ini, KPU juga memberlakukan pembatasan hanya 100 orang pendukung yang bisa masuk ke ruang utama. Jumlah pendukung masing masing calon ini sama dengan debat publik kedua.

"Kami akan memberlakukan screening yang ketat, sehingga hanya 100 pendukung masing masing calon yang boleh masuk," tandasnya. (*)

Reporter : Lutfi | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.