04 April 2025

Get In Touch

Sebanyak 2 Puskesmas dan 4 Sekolah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Malang

Pendistribusian air bersih di Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.(foto:ist/dok.BPBD Kab Malang)
Pendistribusian air bersih di Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.(foto:ist/dok.BPBD Kab Malang)

MALANG (Lenteratoday) - Sejak awal September 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah menyalurkan lebih dari 5 juta liter bantuan air bersih ke 7 kecamatan terdampak kekeringan.

Namun, kekeringan yang melanda masih berdampak pada 2 puskesmas dan 4 sekolah, yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses air bersih.

"Dari data yang dihimpun per 17 November kemarin, kami sudah menyalurkan sebanyak 5.166.650 liter air bersih sejak 4 September 2024. Penyaluran ini untuk 18 Desa di 7 Kecamatan dengan jumlah penerima manfaat kurang lebih ada 5.283 KK, atau sekitar 16.051 jiwa," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Senin(18/11/2024).

Sadono mengatakan, sebaran distribusi air bersih mencakup desa-desa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Donomulyo, Gondanglegi, Bantur, Kalipare, Gedangan, dan Pagak.

Dalam sehari, menurutnya BPBD mampu menyalurkan hingga 70.000 liter air bersih menggunakan armada tangki yang dimiliki.

"Jadi, selain rumah tangga, juga ada 2 puskesmas, kemudian 4 lembaga pendidikan yang juga terdampak kekeringan. Kami terus melakukan upaya pendistribusian untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari," katanya.

Adapun dua puskesmas yang terdampak, yaitu Puskesmas Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan serta Puskesmas Donomulyo di Kecamatan Donomulyo.

Sementara itu, lembaga pendidikan yang juga terdampak yaitu SMPN 2 Pagak di Kecamatan Pagak, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Harjokuncaran serta Pondok Pesantren Raudlatul Muttaqin yang berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan Pondok Pesantren Asy-Syadzili IV di Kecamatan Gondanglegi.

"Setiap fasilitas ini menerima pasokan air bersih dengan volume bervariasi, mulai dari 5.000 hingga 10.000 liter, namun kebutuhan air untuk operasional sehari-hari tetap sulit terpenuhi," bebernya.

Sadono menyampaikan, meskipun saat ini telah memasuki musim hujan, namun curah hujan yang turun masih belum merata di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Menurutnya, hujan baru terjadi di beberapa wilayah dan belum berlangsung setiap hari.

"Masih spot-spot, belum setiap hari," katanya.

Sadono juga menambahkan, untuk mengakhiri dampak kekeringan, suatu wilayah idealnya membutuhkan hujan yang konsisten selama 1-2 minggu berturut-turut. Hal ini memungkinkan tanah menyerap air dalam jumlah besar, mengisi ulang sumber-sumber air serta membantu pemulihan kebutuhan air bersih bagi wilayah yang terdampak.

Karena kondisi tersebut, Sadono menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memutuskan untuk memperpanjang status darurat kekeringan hingga 30 November 2024.

"Betul (status darurat kekeringan diperpanjang). Awalnya kan sampai Oktober kemarin. Ini dilakukan untuk memastikan distribusi air bersih tetap berjalan dan masyarakat sudah tidak terdampak kekeringan lagi," tukasnya.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.