04 April 2025

Get In Touch

Debat Terakhir Pilkada Kota Malang, Ketiga Paslon Adu Gagasan Sinergi dengan Pemprov dan Pusat

Debat Terakhir Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang 2024, Rabu (20/11/2024). (Santi/Lenteratoday)
Debat Terakhir Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang 2024, Rabu (20/11/2024). (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Tiga pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang kembali beradu gagasan dalam debat terakhir Pilkada 2024, Rabu (20/11/2024). Dalam panggung pamungkas ini, para paslon mengungkapkan visi, misi, serta program kerja mereka dengan fokus membangun sinergi antara Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pemerintah pusat.

Tema debat, "Peran Pemerintah Kota Malang dalam Menyerasikan Pembangunan Daerah dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat dalam Rangka Memperkokoh Nilai-nilai Kebangsaan dan NKRI," menjadi dasar diskusi yang mengupas solusi terhadap tantangan pembangunan kota.

Kesempatan pertama diberikan kepada pasangan nomor urut 2, Heri Cahyono dan Ganis Rumpoko (Sam HC-Mbak Ganis). Dalam penyampaiannya, Sam HC menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan penguatan budaya.

“Visi kami adalah mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera. Kami akan menempatkan diri bukan hanya sebagai pengguna lingkungan, tetapi bagian dari lingkungan, sehingga kelestariannya tetap terjaga," ujar Sam HC.

Di bidang kebudayaan, menurutnya, jika diberikan kesempatan menjadi pemimpin Kota Malang dalam 5 tahun ke depan, HC-Ganis akan menjadikan kebudayaan sebagai ruh dalam pemerintahan. Agar identitas budaya Kota Malang tetap kokoh di tengah arus globalisasi.

Pasangan ini juga menyoroti pentingnya sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam setiap kebijakan. “Ekonomi, ekologi, dan kebudayaan yang kami rancang harus bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat demi kemajuan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Pasangan nomor urut 3, Mochamad Anton dan Dimyati Ayatulloh (ABADI), mendapat giliran kedua. Dalam pemaparannya, Anton menyoroti potensi besar Kota Malang yang dinilainya belum tergarap optimal.

“Malang adalah kota yang kaya, baik dari segi sumber daya alam maupun manusianya. Namun, masih banyak kendala seperti pengangguran, kemacetan, banjir, dan ketimpangan pelayanan publik. Ini adalah tantangan yang harus kita selesaikan bersama,” ungkap Anton.

Anton menegaskan, visi pasangan ABADI bukan hanya sekadar janji, tetapi wujud komitmen untuk menyelaraskan program pembangunan Kota Malang dengan kebijakan pemerintah provinsi dan pusat.

Sedangkan, paslon nomor urut 1, Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin (WALI), tampil terakhir. Dengan slogan "Kota Malang yang Mbois Berkelas," keduanya memaparkan berbagai program unggulan yang telah mereka sosialisasikan selama tiga bulan terakhir.

“Bagi kami, membangun Kota Malang adalah bagian dari membangun Indonesia. Membangun ekonomi dan memperkaya budaya Kota Malang merupakan kontribusi langsung bagi bangsa ini,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Ali memaparkan sejumlah program unggulan yang diusung oleh pasangan WALI, di antaranya pemberian seragam gratis untuk pelajar, 1.000 event tahunan, serta insentif Rp 50 juta untuk setiap RT. “Semua ini akan kami realisasikan melalui sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat,” tegasnya.

Sebagai informasi, debat masih terus berlanjut dengan menyisakan tiga segmen lagi. Usai penyampaian visi misi di segmen pertama, para pasangan calon akan memasuki segmen berikutnya yang melibatkan pendalaman isu strategis, tanya jawab antar kandidat, serta pernyataan penutup. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.