Debat Pamungkas Pilwali Kota Kediri 2024 Berjalan Adem, Meski Paslon Fren dan Paslon Mapan Saling Koreksi

KEDIRI (Lenteratoday) - Debat ketiga antar kedua pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Kediri di Insumo Kediri Convention Centre, Rabu(20/11/2024) berjalan kondusif. Tidak ada debat sengit antara paslon 01 Vinanda Prameswati-Gus Qowim (Pasangan Mapan), dengan paslon 02 Ferry Silviana Feronica – Regina Nadya Suwono (Pasangan Fren).
Debat kali ini mengangkat tiga tema besar yakni; Pembangunan Manusia Berbasis Kearifan Budaya Lokal, Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, dan Pemerintahan Daerah yang Bersih Menuju Indonesia Emas 2045.
Moderator Meyrinda Tobing dan Muhammad Ali Sodik menyebut dari tema tersebut, terdapat empat sub tema yang menjadi pedoman debat. Yakni; Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Wujudkan Indonesia Emas, dan Good Governance.
Sementara itu pengamanan di dalam gedung maupun area debat, mendapat penjagaan ketat dari aparat Polres Kediri Kota yang dipimpin langsung Kapolres, AKBP Bramastyo Priaji. Tempat duduk kedua pendukung juga dipisah di sisi kiri dan kanan moderator, menghindari hal hal yang tidak diinginkan.
Sementara dalam debat ini menghadirkan panelis: Muhammad Saiful Bahri MSI (UIN Sunan Ampel Surabaya); Doktor Zainal Habib M.Hum (Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang); Annur Aminudin (Komisioner Komisi informasi Provinsi Jawa Timur); Lukman Ekana Putra MSI (Psikolog/ Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur); Fauzi SH LLM (Dosen Fakultas hukum Universitas Trunojoyo).
Secara keseluruhan, debat pamungkas paslon Pilkada Kota Kediri 2024 berjalan kondusif dan aman. Tidak terjadi perdebatan sengit, dari pengamatan Lenteratoday.com sedikitnya lima kali pasangan nomor 02 Fren ‘meluruskan’ pernyataan pasangan nomor 01 Mapan.
Pertama, pada sesi 1 calon wali kota Vinanda memberikan tanggapan soal budaya, dimana bukan hanya masyarakat Kota Kediri saja yang akan mengetahui budaya yang ada di Kota Kediri.
Tetapi masyarakat yang ada di luar Kota Kediri, juga akan tahu budaya yang ada di kota Kediri. Sehingga ini juga merupakan upaya, untuk melestarikan budaya.
"Selain itu kita juga bisa melakukan pembinaan kebudayaan, di mana kita harus memberikan peran penting terhadap bagian-bagian budaya ke depan Kota Kediri juga harus punya infrastruktur yang dapat memberikan fasilitas bagi budaya,” ujar paparnya.
Menanggapi hal ini cawali Paslon 02, Ferry Silviana Feronica meluruskan bahwa infrastruktur yang akan menguatkan budaya ini, yang seperti apa yang dimaksud.
"Karena hari ini, kita tidak kekurangan infrastruktur. Infrastruktur di Kota Kediri ini sudah sangat baik capaiannya sudah luar biasa. PR -nya adalah bagaimana kemudian kita bisa mengangkat simpul-simpul cagar budaya.” tandasnya
Koreksi dari Paslon 01 kembali dilakukan, saat cawali 02, Vinanda membahas good governance. Dikatakannya jika dipercaya sebagai wali kota, meminta ASN memberikan pelayanan yang terbaik dan penuh dengan senyuman karena dengan memberikan pelayanan yang baik akan membuat masyarakat menjadi nyaman dan juga ngangeni.
“Selain itu kita juga harus melihat pada indikator Kota Kediri naik level ke Smart city-nya, sehingga ke depan seluruh layanan yang ada harus terintegrasi secara digital kemudian kita juga harus menambah layanan digital baru. Serta kita juga harus melibatkan masyarakat kepada setiap pembangunan jadi masyarakat itu bukan sebagai objek pembangunan melainkan sebagai subjek dari pembangunan terima kasih,” ujar Vinanda.
Koreksi dari cawali Feronica, menurutnya menambah layanan digital yang baru aplikasi itu kalau semakin banyak nggak ada yang mau mendownload.
“Bapak ibu semua, karena tidak menarik gitu PR kita adalah bagaimana Kota Kediri bisa mewujudkan Kota Kediri big data satu kota Kediri satu data. Jadi kalau kebanyakan aplikasi itu juga tidak akan berfungsi dengan baik, karena hal itu hari ini pun itu sudah terbukti baik di level Pemkot Kediri bahkan sampai di level nasional.” terang Feronica.
“Baik terima kasih paslon 1. Bagaimana Pemkot Kediri bisa melayani dengan senyum, nggak usah kuatir indeks kepuasan pelayanan publik di Kota Kediri itu tinggi skornya belum lagi kalau kita mau bicara tentang pemberantasan korupsi di Pemkot Kediri tadi saya sampaikan bahwa survei integritas KPK tahun 2023 Kota Kediri adalah yang tertinggi di Indonesia untuk kategori kota sedang,” imbuh Feronica.
Koreksi terakhir terkait data kemiskinan yang dilontarkan pasangan Mapan, pertumbuhan ekonomi Kota Kediri berada di angka 1,92 dan angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang ada di kota Kediri berada di peringkat nomor 2 terendah se Jawa Timur.
Selain itu saya juga melihat bahwa tingkat kemiskinan yang ada di kota Kediri berada di angka 7,15% angka ini juga menunjukkan bahwa Kota Kediri berada di posisi nomor 2 tertinggi tingkat kemiskinannya antar kota se Jawa Timur.
“Sehingga saya dan pasangan saya Gus Qowim berkomitmen meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada di Kota Kediri di atas 5% serta kami juga berkomitmen menurunkan tingkat kemiskinan yang ada di kota Kediri tentunya dengan cara mengembangkan di sektor ekonomi kreatif dan juga di pariwisata ini sesuai program-program kami,” tandas Vinanda.
Menanggapi hal ini Feronica yang selama hampir 15 tahun mendampingi Abu Bakar, sebagai wakil wali kota maupun wali kota dua periode (2014-2019 dan 2019-2024) menepis semua data tersebut. wanita yang akrab dipanggil Bunda Fey ini lantas membeberkan data mereka.
Menurutnya, kondisi kemiskinan yang disampaikan oleh paslon 01, tadi angka kemiskinan Kota Kediri paling rendah nomor 2 antar kota, barangkali paslon nomor 01 kurang informasi. Kota-kota yang ada di Indonesia itu kategori tidak sama.
“Jadi tidak bisa dibandingkan apple to apple, ada kota dengan kategori besar, sedang dan kecil. Kota Surabaya tidak bisa disandingkan dengan Kota Kediri, karena living cost-nya saja sudah berbeda. Living cost ini adalah salah satu variabel yang digunakan untuk menghitung garis atau angka kemiskinan jadi menyandingkan angka kemiskinan antar kota ini adalah hal yang sangat rumit,” ujarnya.
Ada beberapa lagi pernyataan paslon 02 yang dikoreksi paslon 01, terkait penyediaan ruang terbuka hijau dimana Vinanda menyatakan perlu pembangunan ruang hijau. Menurut paslon 01 ruang hijau jangan malah dibangun, justru harus memperbanyak ruang hijau.
Selain itu juga terkait pertanyaan harmonisasi lintas generasi X generasi y generasi z menghadapi Indonesia Emas 20245, apa itu treatment-nya perilakunya berbeda. Karena lintas generasi punya cara hidup yang berbeda-beda, maka tidak boleh digebyah uyah disamakan semuanya caranya.
Pada pertanyaan ini paslon 02 menjawab, semakin banyak generasi muda yang pintar dan juga bisa mengembangkan potensi bakat minatnya di Kota Kediri ini.
"Maka mereka juga akan bisa berkontribusi untuk kota Kediri tercinta. Prinsipnya kami ingin berbuat yang terbaik untuk Kota Kediri dan mempersembahkan yang terbaik untuk kota Kediri, dengan mapan saya yakin bahwa Kota Kediri menjadi lebih baik, Terima kasih.” paparnya.
Paslon 01 menilai tanggapan yang disampaikan pasangan 02, tidak menjawab pertanyaan yang disampaikan.
”Terima kasih paslon 01, tapi saya rasa ngapunten Mbak vinanda jenengan belum membalas pertanyaan saya dengan tepat. Karena saya menanyakan, bagaimana perilaku harmonisasi lintas generasi,” kilah Bunda Fey.
“Treatment, perilakunya berbeda karena lintas generasi punya cara hidup yang berbeda-beda maka tidak boleh disamakan, contoh saja generasi apa yang hari ini kita siapkan cara kami untuk menopang mereka menjadi Indonesia emas adalah memberikan gizi yang baik. Kami punya program revolusi putih pemenuhan gizi protein untuk anak-anak dan ibu hamil sehingga besok anak-anak enggak sampaii tidak hanya stunting, kesehatan juga kita jaga anak-anak generasi Alfa dengan cara memonitor makanan yang dimakan supaya juga tidak obesitas ini akan kami lakukan dengan memperdayakan Posyandu,” paparnya.(adv/*)
Reporter: Gatot Sunarko