
PONOROGO (Lenteratoday) - Debat pamungkas pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo 2024, digelar pada, Rabu(20/11/2024) malam.
Bertempat di Gedung Sasana Praja, Paslon Ipong Muchlissoni-Segoro Luhur Kusumo Daru dan Sugiri Sancoko-Lisdyarita saling memaparkan visi-misinya.
Debat ketiga mengangkat tema "Menyerasikan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi dengan Nasional" dan "Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan".
Meskipun debat berlangsung cukup panas, namun tetap bisa kondusif sampai berakhirnya acara.
Paslon nomor urut 01, Ipong Muchlissoni-Segoro Luhuru Kusumo Daru menyampaikan bahwa akan melanjutkan program pemerintah pusat, yaitu ketahanan pangan nasional. Salah satunya dengan mengadakan makan siang gratis.
"Ada program makan siang gratis untuk siswa dan para pelajar. Kami di daerah harus menyambut itu. Caranya bikin lah program untuk meningkatkan produksi padi, ayam, sapi, kambing, susu. Karena akan terjadi peningkatan yang luar biasa atas daging ayam, sapi, kambing, dan juga kebutuhan-kebutuhan yang lain," ujarnya.
Dengan memberikan modal kepada kelompok masyarakat (pokmas) untuk bekerja/berwirausaha, maka dukungan terhadap ketahanan pangan nasional akan semakin besar.
"Maka kita punya bantuan kepada pokmas Rp 50 juta desa per tahun untuk modal kerja siapa tau mau ternak ayam, sapi, dan sebagainya. Ini penting sekali untuk mendukung ketahanan pangan nasional," jelas Ipong.
Sementara itu, cabup nomor urut 02, Sugiri Sancoko mengaku akan melanjutkan program green economy yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
"Prinsipnya yang paling mendasar hari ini sedang berkembang dan dicanangkan green economy. Bagaimana emisi karbon, bias rumah kaca, climate change, ini jadi PR bersama yang sangat tidak sderhana. Maka green economy ini jadi catatan penting," ungkap bupati petahana itu.
Dengan mengubah Bumi Reog menjadi kota wisata yang berbasis budaya dan santri, maka akan tumbuh ekonomi hijau.
"Kalau ini berjalan dengan baik maka akan tumbuh ekonomi hijau, tidak usah digembor-gemborkan. Kita terapkan ke dalam aplikasi untuk menjalankan RPJM dan diterjemahkan ke dalam APBD," tandasnya.
Reporter: Shafira/Editor: Ais