
TRENGGALEK (Lenteratoday) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, telah mengeluarkan peringatan dini mengenai cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah termasuk Kabupaten Trenggalek.
Peringatan ini menyebutkan bahwa cuaca ekstrem yang berpotensi mengakibatkan bencana seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang diprediksi akan berlangsung hingga 25 November mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mengimbau masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono mengungkapkan bahwa seluruh Kecamatan di Trenggalek berisiko terdampak bencana hidrometeorologi, meskipun dengan karakteristik yang berbeda-beda.
"Berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi hingga tanggal 25 November mendatang. Warga perlu berhati-hati, terutama di wilayah rawan bencana," ujar Triadi.
Ia menambahkan bahwa langkah-langkah mitigasi terus dilakukan untuk meminimalkan risiko bencana, termasuk memperkuat kesiapsiagaan Tim Reaksi Cepat (TRC), bekerja sama dengan TNI-Polri, serta melakukan normalisasi aliran sungai dan saluran irigasi.
Dalam beberapa hari terakhir, berbagai bencana telah terjadi di Trenggalek. Longsor di Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, pada Selasa(19/11/2024) menutup jalur utama Trenggalek-Tulungagung via Pagerwojo. Material longsor baru bisa dibersihkan dan jalan kembali dibuka pada, Rabu dini hari(20/11/2024). Dua rumah warga di Desa Dompyong juga dilaporkan rusak parah, akibat diterjang tanah longsor.
"Kami harus menggunakan alat berat, untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan, dan kondisi rumah warga yang terdampak cukup memprihatinkan," jelas Triadi, Kamis(21/11.2024).
Longsor juga terjadi di Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, namun dapat diatasi lebih cepat berkat gotong royong masyarakat dan berbagai pihak. Sementara itu, banjir melanda Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, akibat luapan Sungai Temon, yang berdampak pada tujuh kepala keluarga.
Pohon tumbang juga menjadi ancaman serius. Di Desa Dermosari, Kecamatan Tugu, sebuah pohon asem besar tumbang, menutup jalan utama dan melukai dua pengendara motor. Keduanya langsung dilarikan ke puskesmas terdekat. Hal serupa terjadi di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, di mana pohon waru besar tumbang hingga menutup jalan.
Untuk mengantisipasi bencana serupa, BPBD Trenggalek telah mengintensifkan berbagai langkah.
"Kami meningkatkan kesiapsiagaan Tim Reaksi Cepat (TRC), bekerja sama dengan TNI-Polri, dan melakukan normalisasi aliran sungai serta saluran irigasi," terang Triadi.
Selain itu, upaya pembersihan sampah yang menyumbat jembatan dan perampingan pohon di area berbahaya juga telah dilakukan. "Kami terus berkoordinasi dengan BBPJN untuk memastikan upaya mitigasi berjalan dengan baik," tutupnya.
Reporter: Herlambang/Editor: Ais