
TRENGGALEK (Lenteratoday) — Pendangkalan Sungai Temon akibat proyek pembangunan Bendungan Bagong memicu banjir di Desa Ngares, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Warga terdampak berharap pemerintah membeli lahan mereka agar bisa pindah ke lokasi yang lebih aman.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, yang meninjau langsung lokasi banjir, mengakui bahwa warga merasa resah dengan situasi tersebut. “Mereka sudah tidak nyaman tinggal di sana karena risiko banjir yang tinggi,” ungkapnya.
Mas Ipin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa permintaan pembelian lahan masih dalam proses kajian. “Kami sedang mengkaji apakah secara fiskal memungkinkan, termasuk opsi pinjaman dari bank,” ujarnya.
Pemkab Trenggalek akan melakukan appraisal atau penilaian terhadap tanah dan bangunan milik 11 kepala keluarga yang terdampak. Namun, Mas Ipin menegaskan bahwa pembelian lahan tidak mungkin terealisasi tahun depan.
“Kalau pun bisa dibeli, kemungkinan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK), karena hasil appraisal berlaku selama satu tahun,” tutupnya. (*)
Reporter: Herlambang | Editor : Lutfiyu Handi