
SIDOARJO (Lenteratoday) - Seiring dengan peluncuran aplikasi electronik badan layanan usaha daerah (e-BLUD) oleh Pemerintah pusat, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Timur melakukan sosialisasi program tesebut kepada pengelola BLUD provinsi maupun daerah.
Kepala UPT Pengembangan Pengelola Keuangan BPKAD Jatim Marta Mukti Widodo pada Kamis (28/11/2024) mengatakan sosialisasi aplikasi yang digunakan untuk tata pengelolaan keuangan untuk BLUD ini berlangsung Selasa (26/11/2024) lalu di Sidoarjo. Sosialisasi bertujuan supaya penggunaan e-BLUD bisa maksimal.
Hadir di forum tersebut, pengelola BLUD di bawah OPD Pemprov Jatim dan pemerintah daerah. Serta, narasumber dari berebagai instansi yang menjelaskan tentang tujuan penerapan aplikasi e-BLUD.
Marta menjelaskan bahwa masih sedikit BLUD di daerah yang menggunakan aplikasi e- BLUD. Sebagian besar masih mengandalkan jasa pihak ketiga. "Sosialisasi ini mendorong semua BLUD berubah dari aplikasi lama ke sistem yang sudah disiapkan pemerintah," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi e-BLUD akan menunjang proses pencatatan dan layanan yang profesional. Dengan begitu, performa BLUD bisa semakin solid. "Sehingga pemerataan layanan umum untuk masyarakat bisa berlangsung optimal," ungkap Marta.
Sementara itu, Kepala BPKAD Jawa Timur, Sigit Panoentoen dalam sambutannya melalui video pendek meyakini forum tersebut sangat informatif. Program e-BLUD yang sudah disediakan pemerintah hendaknya digunakan semaksimal mungkin. "Kelancaran implementasi BLUD merupakan bagian agenda pembangunan di Jawa Timur," katanya.
Dengan begitu, harapan untuk mewujudkan layanan yang baik dan memuaskan masyarakat bisa terwujud. Sigit juga mengimbau peserta forum untuk aktif menanyakan berbagai hal tentang pola penerapan aplikasi tersebut. "Sehingga tidak ada lagi keraguan dan kendala saat mengimplementasikan program itu," imbuhnya. (*)
Reporter : Lutfi | Editor : Lutfiyu Handi