
JEMBER (Lenteratoday) - Puluhan warga dari tiga kecamatan yakni Rambipuji, Balung dan Puger, Kabupaten Jember melakukan aksi protes, kerusakan parah jalan utama di wilayah mereka.
Jalan kelas III milik provinsi tersebut mengalami rusak berat, karena selain terus menerus diguyur hujan deras. Juga diakibatkan terutama banyaknya arus lalu lintas kendaraan truk milik pabrik Semen PT Imasco, yang berlokasi di Kecamatan Puger dengan bobot muatan 40 hingga 50 ton. Padahal jalan di tiga kecamatan tersebut hanya memiliki kapasitas kendaraan berat maksimal 10 ton saja.
Protes jalan rusak yang mengakibatkan banyak korban jiwa tersebut, dilakukan oleh puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Pengguna Pemerhati Jalan Jember. Mereka menggelar unjuk rasa memprotes kerusakan parah pada jalan utama, di Kecamatan Balung, Rambipuji dan Puger yang mereka nilai akibat aktivitas truk bermuatan berat. Antara lain muata semen dan bahan baku semen berupa klinker, yang diangkut truk tangki.
Aksi ini berlangsung di sepanjang jalan yang menjadi akses bagi masyarakat khususnya Balung, dengan massa membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan mereka dan juga membakar ban bekas.
Kelompok masyarakat itu juga menilai kerusakan jalan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari berlubang hingga ambles serta bergelombang karena dilewati truk over kapasitas di beberapa titik.
"Jalan ini setiap hari dilewati truk-truk besar yang membawa muatan semen dan material berlebih. Kami sebagai pengguna jalan biasa harus menanggung akibatnya," ujar salah satu warga yang protes, Kholilur.
Menurut warga setempat, kondisi jalan yang rusak parah itu tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Terutama pengendara kendaraan roda dua, dan para siswa yang sedang menuju dan pulang sekolah.
Beberapa kecelakaan dilaporkan terjadi akibat lubang besar yang sulit dihindari dan terjatuh, kemudian korban terlindas truk muatan berat hingga meninggal dunia.
Dalam aksi protes tersebut, warga mendesak pihak pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah segera memperbaiki jalan dan mengawasi aktivitas kendaraan berat yang melintas di wilayah Balung, Rambipuji dan puger.
"Kami juga meminta adanya penegakan hukum dari kepolisian terhadap pengguna jalan yang melebihi batas muatan. Kalau perlu pabrik semen Imasco juga harus bertanggungjawab," kata Sulam yang juga warga setempat yang turut protes.
Atas adanya protes jalan rusak tersebut, nampak ratusan kendaraan truk terpaksa harus minggir dan parkir di sepanjang jalan dan tidak berani meneruskan perjalanan baik menuju maupun meninggalkan lokasi pabrik semen Imasco di Puger.
Saat aksi protes penjagaan oleh kepolisian nampak ketat, karena blokade jalan tidak bisa dihindarkan. Belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait baik dari Pemkab Jember maupun pihak pabrik semen PT Imasco terkait adanya protes jalan rusak hingga blokade jalan tersebut.
Sementara DPRD Jember melalui Komisi C langsung melakukan sidak, atas adanya protes jalan rusak tersebut. Ketua Komisi C DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Jember dan Pemprov Jatim agar segera ada perbaikan jalan rusak tersebut.
"Jalan tersebut merupakan jalan provinsi dan menjadi kewenangan provinsi, dari sidak kami banyak ditemukan truk besar melintas melebihi kapasitas dengan berat rata-rata mencapai lebih dari 42 ton. Padahal jalan yang dilalui merupakan jalan kelas III dengan batas beban maksimal hanya 8 ton," kata Ardi.
Hal itulah kata politisi Gerindra Jember ini menjadi penyebab kerusakan utama, jalan yang semakin parah terlebih saat musim penghujan.
"Paling banyak truk yang melintas merupakan pengangkut material dari pabrik semen PT Imasco dari Kecamatan Puger, perusahaan itu seharusnya memastikan bahwa setiap angkutan yang keluar tidak melebihi kapasitas. Kita dalam waktu dekat akan melakukan pengecekan ke PT Imasco, memastikan berat timbang kendaraan sesuai," katanya.
Reporter: Moko/Editor: Ais