
TRENGGALEK (Lenteratoday) - Dalam satu bulan terakhir, Kabupaten Trenggalek dilanda 115 kejadian bencana alam yang terjadi di 49 desa pada 13 kecamatan.
Bencana tersebut didominasi oleh tanah longsor, diikuti banjir, angin kencang, dan gempa bumi. Kecamatan Panggul menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan banyak kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono mengatakan menurut data BPBD Trenggalek, tanah longsor menyumbang 59 dari total kejadian.
“Tanah longsor di Panggul mencapai 26 titik kejadian, ditambah 9 titik banjir,” kata Triadi, Kamis(5/12/2024).
Ia juga menambahkan bahwa longsor tersebut merusak rumah, sekolah, dan fasilitas umum. Sebanyak 57 rumah rusak ringan, 3 rumah mengalami kerusakan sedang, dan 2 sekolah rusak berat. Selain itu, banjir tercatat 13 kali dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah tempat usaha.
“Cuaca ekstrem bahkan merenggut satu korban jiwa dan melukai tiga orang lainnya,” ungkap Triadi.
Angin kencang, yang terjadi 25 kali, juga memperparah kondisi dengan merusak rumah dan fasilitas. Sementara itu, 18 gempa bumi tidak menimbulkan kerusakan berarti.
“Meski ada gempa, alhamdulillah tidak ada kerusakan signifikan,” tambahnya.
BPBD telah mengerahkan alat berat dan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Pemerintah daerah menetapkan status darurat bencana untuk mempercepat pemulihan.
“Kami terus berkoordinasi agar bantuan segera tersalurkan kepada masyarakat,” pungkas Triadi.
Reporter: Herlambang/Editor: Ais